JUMAT , 25 MEI 2018

Benar atau Tidak Omongan Hasto, PDIP akan Kena Getahnya

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 23 Januari 2015 09:18

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Siti Zuhro menilai buka-bukan yang dilakukan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto adalah strategi yang salah.

Jika pun benar ada pertemuan dirinya dengan Ketua KPK Abraham Samad untuk membicarakan cawapres jelang Pilpres 2014 lalu, Hasto tetap kena getahnya. Sebab, publik bisa mempersepsikan dalam pertemuan itu terjadi deal-deal antara PDIP dan KPK yang seharusnya tidak dilakukan.

Apalagi kalau pertemuan itu tidak ada, Hasto akan dianggap telah memfitnah KPK. Jadi, konsekuensinya sangat berat,” ucap Siti Zuhro kepada Kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 22/1).

Dalam aksi buka-bukan itu Hasto menyebut inisiatif pribadi. Namun, diyakini, PDIP tetap akan kena imbasnya. Yang dilihat publik adalah Hasto sebagai Plt Sekjen PDIP, bukan sebagai pribadi. Hasto membeberkan itu juga karena ada kepentingan PDIP dalam pencalonan Budi Gunawan.

Jadi, nggak bisa Hasto bilang ini individu. PDIP pasti kena getahnya. Sebab yang dia katakan mengenai partai,” tandasnya.

Sementara, pakar politik Universitas Parahyangan Prof Asep Warlan Yusuf menilai, kejadian ini hanya sebagai bumbu-bumbu politik dalam polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai Kaplri. Sekarang bisa ramai, tapi besok bisa hilang tertutup dengan isu lain.

Kita tidak tahu benar atau tidak pertemuan itu. Karena omongan politisi sulit dipercaya dan dipastikan kebenarannya. Yang pasti, isu ini akan ramai. Lawan politik akan menggoreng isu ini. Para pengamat akan banyak berspekulasi. Masyarakat juga akan menikmati. Tapi, besok lusa juga lupa karena muncul isu yang lain,” ucapnya. (rmol)


div>