• Sabtu, 25 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Bentrok Di Clarion, Tiga Mahasiswa UNM Ditikam, 1 Tewas

Kabid Humas: Korban Salah Sasaran

Senin , 28 Januari 2013 10:11
Total Pembaca : 518 Views
ilustrasi

Baca juga

MAKASSAR -  Nasib nahas menimpa Muhrar (22) mahasiswa Fakultas PGSD Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia tewas setelah ditikam di pelataran basement Hotel Grand Clarion, Minggu (27/1) sekira pukul 04.30 Wita.

Selain Murar, dua rekannya yang lain juga mengalami luka tikaman. Mereka adalah Zaenal (27) dan Ashari (23) mengalami luka robek di perut akibat terkena tikaman.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban bersama empat rekannya  yakni Zaenal, Ashari, Muh Ariandi dan Munir masuk ke D’Liquid sekitar pukul 04.20 Wita. Beberapa saat setelah keluar dari Tempat Hiburan Malam (THM) itu mereka melihat keributan di sekitar basement tempat parkir.

Tak lama kemudian sejumlah orang berteriak terhadap korban dan rekan-rekannya. Pelaku menduga, para mahasiswa itu adalah teman dari lawannya.

Korban bersama rekannya langsung berlarian setelah datang sekuriti yang memisahkan para pengunjung yang berkelahi. Tanpa disadari korban terkena tikaman di bagian perut.

Korban Muhrar mengalami luka tusuk pada bagian perut kiri dan usus keluar. Ia kemudian dilarikan ke RS Islam Faisal untuk mendapat perawatan.

Namun sayang karena luka yang parah, nyawa korban tidak tertolong. Oleh keluarganya, korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Palopo.

“Sementara itu, dua rekannya yang mengalami luka dirawat di RS Islam Faisal,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi.

Saat ini, sambungnya, pelaku masih dalam lidik. “Pelaku masih dicari,” tandasnya.

Masih kata Endi, pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Antara lain sekuriti hotel dan korban yang luka. “CCTV yang terpasang di sekitar hotel juga diperiksa untuk memastikan pelaku penikaman itu. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran pelaku. Para mahasiswa itu diduga merupakan korban salah sasaran,” terangnya lagi. (her)