• Sabtu, 25 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Bentrok Kandea, Butuh Ketegasan Pihak Kepolisian

Senin , 27 Mei 2013 12:50
Total Pembaca : 465 Views

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - KONFLIK antar kelompok berkepanjangan kembali terjadi di Kota Makassar, kali ini sekelompok warga Kelurahan Baraya, Kecamatan Tallo, dan warga Kecamatan Bontoala, Makassar, saling serang menggunakan parang panjang, busur, batu, balok dan bom molotov di Jalan Kandea, yang merupakan perbatasan dua kecamatan tersebut.

Ini adalah yang kesekian kalinya kedua kelompok warga itu bentrok. Awal Mei lalu kedua kelompok ini juga terlibat bentrok. Meski sudah didamaikan oleh pihak kepolisian, tapi belum juga berhasil.

Kendati sudah tiga kali menggelar perdamaian, warga yang bertikai hingga memotong sapi sebagai simbol mengahiri pertikaian yang melibatkan Pemerintah Kota Makassar serta TNI dan Polri, namun bentrokan tetap terulang akibat dendam lama.

Menyikapi pertikaian yang berkepanjangan antar-warga Kelurahan Bungaejaya Baru, Kecamatan Tallo, dan warga Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, yang terus terulang, Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar (Pol) Endi Sutendi, mengatakan, kepolisian tetap melakukan upaya preventif dengan melibatkan masyarakat untuk menyelesaikan bentrokan warga.

“Juga dilakukan penegakan hukum menyisir permukiman penduduk untuk menyita senjata tajam, Bom Molotov dan busur, kemudian menangkap para pelaku perang kelompok yang menjadi provokator bentrokan antar-warga ujar Kombes Pol Endi Sutendi.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Makassar, HM Busrah Abdullah mengatakan ini hanyalah konflik biasa, yang hanya membutuhkan ketegasan dari pihak kepolisian untuk menyelesaikannya. “Saya pikir ini bukanlah pembiaran, apalagi kalau sampai ada yang mengatakan konflik yang dipelihara. Ini adalah murni perkelahian antar kelompok. Untuk itu, kepolisian harus lebih tegas jika ada pihak-pihak yang tertangkap, sehingga bisa menimbulkan efek jera bagi mereka,”katanya.

Parahnya lagi, sejumlah rumah warga di Jalan Kandea-pun menjadi korban pelemparan batu dan bon molotov oleh kedua kelompok yang bertikai. Bukan hanya itu, sejumlah aparat kepolisian ikut terkena anak panah.

Meski demikian, saat dilakukan penyisiran, tak seorang pun pelaku bentrok ditangkap dan hanya puluhan anak panah, beberapa bom molotov yang diamankan. Petugas yang melakukan penyisiran malah mendapat serangan, tembakan gas air mata petugas tidak lagi dipedulikan oleh warga yang terlibat bentrokan.

“Pelaku tawuran dari dua kelompok masih dalam penyelidikan dan saat ini anggota Polsek Tallo dan Bontoala masih berjaga-jaga di TKP, guna menghindari adanya aksi susulan.” kata Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Anwar Hasan. (aha-awl/asr)