• Selasa, 23 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Bentrokan di Jalan Kandea Dicurigai By Design

Senin , 27 Mei 2013 23:12
Total Pembaca : 562 Views

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tawuran antar warga di jalan Kandea terus saja berulang dan hampir terjadi setiap akhir pekan. Namun hal itu dicurigai bukan lagi sebagai perselisihan murni antar pemuda disana, tapi ada motif lain dibaliknya.

Salah seorang warga, AN, 40 tahun yang lahir dan besar di lokasi tersebut, menyebutkan bentrokan warga sekitar sudah disusupi oleh oknum tertentu. Orang ini dianggap sengaja menciptakan dan merawat konflik sampai kedamaian tidak tercipta.

Ia menyebutkan, para pelaku bentrok sudah menggunakan bom molotov. Hal itu dicurigai bukan untuk melukai tapi untuk mambakar rumah di pemukiman padat penduduk itu. Menurutnya, bom molotov itu telah membuat warga mengungsi ke tempat lain dan takut kembali ke rumah.

Dua rumah warga Jalan Kandea 3 sudah dilempari bom molotov meski tidak terbakar. Barang-barang dalam rumah tersebut juga dibuang ke kanal. Menurutnya, beberapa warga terpaksa mengungsi. Mereka mengaku resah dan meninggalkan rumahnya untuk mencari perlindungan di tempat lain.

Menurut AN, dengan seringnya terjadi bentrokan di wilayah tersebut dapat menimbulkan rasa tidak aman lagi bagi warga sekitar sehingga warga berpikir untuk menjual tanahnya dan mencari lokasi yang lebih aman untuk jadi tempat tinggal.

“Isu yang berkembang, di daerah itu sengaja membuat kekacauan agar para pemilik tanah dan rumah ingin menjualnya, ” kata sumber ini.

AN juga menyebutkan, memang sebelum bentrokan marak, sejumlah nama tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai pemilik tanah mulai dari pemukiman itu. Orang mengklaim tanah orang dari lahan mesjid Al-Markas hingga perempatan Mesjid Raya, Jalan Mesjid Raya.

“Banyak sekali isu yang beredar, itu orang yang disebut pemilik tanah sekarang sudah meninggal. Anaknya tinggal di Bali, tapi katanya itu sudah tidak mempersoalkan masalah kepemilikan tanah di Kandea,” katanya.

Selain itu, AN juga menyebutkan adanya dugaan oknum pengembang yang membidik wilayah Kandea untuk lahan bisnis. Untuk mencapai keinginannya, kata AN, oknum tersebut dengan sengaja melakukan provokasi terhadap dua kelompok warga yang terlibat pertikaian.


Penulis: Ahmad Radi
Editor: Azis Kuba