SABTU , 21 JULI 2018

Berbekal Program, Appi-Cicu Hindari Kampanye Pencitraan

Reporter:

Editor:

MD

Sabtu , 03 Maret 2018 12:47
Berbekal Program, Appi-Cicu Hindari Kampanye Pencitraan

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi saat sosialisasi di sejumlah wilayah di makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) menjelaskan secara rinci program pro rakyat, penghapusan retribusi sampah yang dia canangkan.

Ternyata, tidak hanya penghapusan retribusi, akan tetapi program ini juga mampu membantu daya ekonomi. Bagaimana caranya?

Sebelumnya, Appi sapaan Munafri Arifuddin mengatakan, dia sengaja menyampaikan program secara menyeluruh kepada masyarakat, sehingga pada pesta demokrasi, warga Makassar tidak terkesan membeli kucing dalam karung.

“Menyampaikan program-program kita kepada seluruh warga Kota Makassar. Sehingga dalam proses pemilihan ada hal yang dijadikan landasan berpikir untuk memilih kami,” kata CEO PSM Makassar ini, Sabtu (3/3).

Olehnya, pasangan yang menggunakan tagline “Makassar Untuk Kita” ini tidak melakukan kampanye dengan pencitraan yang berlebihan. Di dalam perjalanan proses kampanye ini, Appi mengkau berjalan dengan bekal program-program yang akan mereka lakukan jika kelak terpilih jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Kalau dari kita ada beberapa program-program yang kita unggulkan dan tentu ini akan menjadi sesuatu hal yang akan sangat berguna dan berdampak langsung kepada warga Kota Makassar yang sampai hari ini mungkin belum pernah dirasakan oleh Warga Kota. Salah satuhnya, kami akan mengratiskan iuran sampah,” ucap dia.

“Karena kami melihat sampah ini bisa dikelolah dengan baik, tidak harus dibebankan kepada masyarakat. Biarkan masyarakat diberikan edukasi supaya mereka bisa melihat sampah bukan hal yang kotor, tapi bisa mendatangkan inkam buat mereka,” imbuhnya.

Olehnya, masih lanjut menantu Founder Bosowa Group Aksa Machmud ini menilai, sampah selalu menjadi persoalan pelit di tengah-tengah masyarakat. Olehnya, hal ini menjadi dasar yang kuat mendorong penghapusan retribusi sampah.

“Sebenarnya bisa kita bolak balik, dari dia (sampah) yang tanda kutip adalah kotor, menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan inkam,” tuturnya.

“Dan jika sampah ini dikelolah menjadi skema yang besar, banyak hal-hal baru yang bisa kita buat. Seperti, westu energi dan lainnya,” tandasnya. (*)


Tag
  • Appi
  •  
  • Appi-Cicu
  •  
  • Cicu
  •  
    div>