RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Berebut Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel

Reporter:

Suryadi Maswatu - fahrullah

Editor:

MA

Jumat , 07 September 2018 11:37
Berebut Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyambut Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh di rujab gubernur, Jl Jenderal Sudirman Makassar, beberapa waktu lalu

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Teka-teki siapa yang pantas menjadi ketua tim pemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sulsel mulai mencuat.
Itu terungkap dalam pertemuan sembilan partai Koalisi Indonesia Kerja di Hotel Claro yang dihadiri sembilan partai koalisi. Masing-masing, PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PPP, PSI, PKPI, serta Perindo.
Dalam pertemuan itu, sembilan ketua parpol direkomendasikan menjadi ketua tim pemenangan. Mereka adalah Andi Ridwan Wittiri (PDIP), Nurdin Halid (Golkar), Rusdi Masse (NasDem), M Aras (PPP), Ilhamsyah Mattalatta (Hanura), Ashar Arsyat (PKB), Susanna Kaharuddin (PKPI), Sanusi Ramadhan (Perindo) dan Fadli Noor (PSI).
Selain sembilan nama ketua parpol, nama lain yang direkomendasikan sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel adalah mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
“Kami sudah melakukan pembahasan tertutup. Ada 9 nama ketua parpol diusulkan menjadi ketua tim pemenang Jokowi-Ma’ruf di wilayah Sulsel. Satu nama lain yang direkomendasikan ialah mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai tokoh masyarakat,” ujar Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri.
Nantinya, kata Andi Ridwan Wittiri, nama-nama itu akan diusulkan ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjadi ketua, sekretaris dan bendahara. “Untuk struktur pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel akan diisi oleh 171 orang yang berasal dari sembilan partai koalisi,” jelas anggota DPR RI tersebut.
Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengatakan, meski diusulkan sebagai ketua tim pemenangan, namun sembilan ketua partai itu sudah otomatis masuk menjadi tim kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel. “Ketua, sekretaris, dan bendahara partai sudah otomatis masuk jadi tim pemenangan,” katanya.
Selain itu, sejumlah pengurus parpol termasuk Bappilu dan para caleg akan diakomodir jadi tim sukses. “Khusus caleg DPR RI, itu semua masuk di Korwil 3,” tutur Rudy.
Tak hanya itu, para kepala daerah di Sulsel yang diusung 9 parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, juga masuk dalam anggota tim pemenangan. “Kalau kepala daerah di Sulsel yang berasal dari 9 parpol pengusung, itu sudah otomatis juga. Tidak ada larangan kepala daerah, yang penting bukan ketua tim,” sebut Rudy.
Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto mengatakan, untuk mendapatkan dukungan sekaligus suara yang memuaskan, memang dibutuhkan orang-orang yang paling berpengaruh di daerah tersebut. “Untuk memperoleh suara yang maksimal maka yang dibutuhkan ialah juru kampanye yang memiliki kemampuan kualitas dan popularitas di masyarakat,” katanya.
Menurutnya, seorang juru kampanye harus bisa diterima langsung oleh masyarakat. “Jadi ketua tim kampanye itu apa yang disampaikan soal Jokowi bisa langsung diterima oleh masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia, ketua tim haruslah orang-orang berpengaruh, memiliki popularitas. “Informasi yang disampaikan saat kampanye bisa diterima tergantung siapa yang menyampaikan. Kalau orang itu memiliki kapasitas, elektabilitas dihadapan masyarakat, maka sangat gampang diterima,” jelasnya.
“Kalau orang yang tidak memiliki kapasitas dan kualitasnya meragukan, maka apa yang disampaikan akan sulit diterima orang,” lanjutnya.
Ia pun menegaskan jika Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah sosok yang paling pantas untuk menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel. “Mantan Gubernur Sulsel dua priode ini sudah dikenal oleh masyarakat dan memiliki pengalaman politik luas. Pak SYL memiliki nilai lebih,” ucapnya.
Meski demikian, kata Andi Ali, ketua partai juga berpeluang karena mereka memiliki mesin politik hingga akar rumput. “Ini menurut saya sudah tepat menunjuk sembilan ketrua parpol plus SYL. Mereka ini mampu menggerakkan mesin partai. Orang-orang ini memiliki popularitas dan kapasitas bagus dalam menyampaikan informasi,” tuturnya. (yad-fah/D)


div>