MINGGU , 24 JUNI 2018

Berhembus Isu Mutasi Pegawai Pemprov Usai Lebaran

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 21 Mei 2018 12:53
Berhembus Isu Mutasi Pegawai Pemprov Usai Lebaran

Pj Sekprov Sulsel Tautoto Tana Ranggina. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Isu mutasi kembali bergulir dan menjadi topik hangat di lingkup Pemprov Sulsel. Informasi yang berkembang, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono akan melakukan pergeseran beberapa posisi pejabat setelah lebaran Idul Fitri.

Saat dikonfirmasi, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina, menegaskan, hingga saat ini belum ada petunjuk maupun perintah untuk menggodok proses mutasi.

Namun, jika untuk pengisian jabatan kosong, lelaki yang akrab disapa Toto itu mengatakan prosesnya sementara berjalan.

“Kalau untuk mengisi posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, sudah jalan prosesnya secara pelan-pelan. Namun tetap kita harus meminta ijin ke Kementerian Dalam Negeri, ” ungkapnya, Minggu (20/5) kemarin.

Dia menegaskan untuk pengisian posisi Kadis PU tidak ada lelang jabatan. Hanya semacam wawancara di Baperjakat.

Menyangkut mutasi untuk posisi lainnya, semua tergantung gubernur. “Untuk posisi lain, tergantung Bapak Gubernur. Untuk mengisi mana yang strategis, kalau memang harus diisi, sebaiknya memang perlu diisi,” kata Toto.

Saat ini, posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi diisi seorang Pelaksana Tugas (Plt). Pejabat yang diberi kepercayaan oleh Sumarsono untuk jabatan itu adalah Jumras yang juga Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sulsel.

Apabila memang Sumarsoni melakukan mutasi pejabat setelah Idul Fitri, artinya Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri tersebut mengingkari komitmennya diawal dilantik sebagai Pj Gubernur Sulsel.

Waktu itu, sejumlah wartawan melakukan wawancara terkait mutasi pejabat. Termasuk Seleksi Terbuka untuk posisi sekretaris Daerah Provinsi Sulsel. Soni menuturkan jika selama menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, dirinya tidak akan melakukan mutasi jabatan.

Dia menekankan, biar gubernur terpilih saja yang nantinya menentukan kompisisi pejabat yang akan mengisi struktur eselon II di lingkup Pemprov Sulsel. (*)


div>