RABU , 19 DESEMBER 2018

Beri Kuliah Umum di UM, Taufan Pawe Inspirasi Ribuan Mahasiswa di Tujuh Fakultas

Reporter:

Niar

Editor:

Sabtu , 15 September 2018 17:23
Beri Kuliah Umum di UM, Taufan Pawe Inspirasi Ribuan Mahasiswa di Tujuh Fakultas

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe memberikan kuliah umum dalam pembukaan semester gasal tahun akademik 2018/2019 di Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, Sabtu (15/9/2018). Kuliah umum ini dibuka Rektor UM Parepare, Prof Siri Dangnga’.

Di depan ribuan mahasiswa dari tujuh fakultas, Taufan Pawe menginspirasi mahasiswa tentang pembangunan Parepare. Hubungan kemitraan partnership antara mahasiswa kata Taufan Pawe, bersifat kritis dan konstruktif untuk kemajuan Parepare.

Sedikitnya terdapat empat poin utama dalam kuliah umum yang dipaparkan Walikota bergelar Doktor di bidang hukum ini, yaitu Parepare sebagai Kota Habibie, kota ulama dan santri, Parepare sebagai kota Industri Tanpa Cerobong Asap, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Upaya menjadikan Parepare sebagai Kota BJ Habibie bukan tidak memiliki alasan. Presiden RI ketiga kita ini adalah inspirator pembangunan yang terus menginspirasi kita semua. Bapak BJ Habibie telah mengajarkan kepada kita semua bagaimana membangun sebuah negara dengan mengembangkan inovasi-inovasi yang berbasis iptek yang selanjutnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” terang Taufan Pawe.

Bagi Pemerintah Kota, lanjut Taufan, pembangunan keagamaan merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas. Hal ini disebabkan pembangunan keagamaan kata dia, akan membentuk insan yang memiliki akhlak dan moral yang mulia. Pembangunan akhlak dan moral menjadi penting untuk membentuk generasi tangguh di masa depan.

“Berbagai program keagamaan telah kita lakukan di antaranya menaikkan insentif para imam masjid, imam kelurahan, dan pegawai syara dan umroh imam masjid. Selain itu,Pemerintah Kota Parepare juga memiliki perhatian dan kepedulian terhadap para guru mengaji dengan menaikkan insentif setiap tahunnya,” jelasnya.

Lanjutnya, Kota Parepare tidak memiliki sumber daya alam yang memadai sehingga harus memperkuat diri sebagai kota jasa dan niaga. “Parepare akan menghadirkan industri tanpa cerobong asap, yang kini telah siap diwujudkan yakni industri pelayanan kesehatan, pendidikan dan pariwisata,” urai Taufan.

Sebagai penutup, Taufan Pawe berharap mahasiswa tetap mampu menggerakkan generasi muda sehingga dapat berkontribusi terhadap segala aspek pembangunan.

“Hubungan mahasiswa dengan pemerintah daerah adalah hubungan kemitraan partnership yang bersifat kritis dan konstruktif. Sebagai mitra pemerintah, saya berharap mahasiswa dapat terus menyampaikan kritik, memberikan koreksi apabila yang dilakukan pemerintah daerah dinilai tidak tepat. Namun sebaliknya apabila yang dilakukan jajaran pemerintah tepat, berikanlah dukungan, agar yang tepat itu bisa berhasil dengan baik,” tutup Taufan mengakhiri kuliah umum yang dihadiri mahasiswa dari fakultas Hukum, Ekonomi dan Bisnis, FKIP, Tekhnik, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan.(*)


div>