KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Beringin di Pusaran Korupsi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 29 September 2017 10:26
Beringin di Pusaran Korupsi

Doc. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Daftar kader partai golkar yang terlibat kasus korupsi cukup banyak. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan bagi partai golkar yang akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Teranyar, Bupati Kutai Kertanegara yang juga Ketua Golkar Kalimantan Timur, Rita Widyasari. Sebelumnya, ada Wali Kota Tegal Siti Masita Soeparno, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, dan Ketua Golkar Bengkulu yang juga menjabat Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Lalu, anggota DPR RI Markus Nari, hingga Ketua Umum DPP Angkatan Muda Partai Golkar Fahd El Fouz. Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, saat ini juga berstatus tersangka.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid, mengakui, persoalan yang dihadapi di DPP secara nasional, memang menurunkan elektabilitas golkar. Tetapi, ia yakin masalah tersebut tidak akan berdampak pada elektabilitas golkar di Sulsel, khususnya dalam menghadapi pilgub dan pilkada serentak.

“Soal korupsi kader Golkar dan masalah di DPP, elektabilitas partai menurun. Tapi, tidak ada pengaruhnya ke Pilgub Sulsel, karena tidak berdampak pada elektabilitas golkar di sini,” kata Kadir Halid, Kamis (28/9) kemarin.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini menegaskan, apa yang menimpa sejumlah kader golkar tidak ada kaitannya dengan Nurdin Halid sebagai Ketua Harian DPP Golkar dan bakal calon Gubernur Sulsel.

“Golkar Sulsel menganggap ini biasa saja. Aman saja, elektabilitas Pak NH tetap tinggi,” terangnya.

Menurut Kadir Halid, masalah yang terjadi di DPP juga mengundang keprihatinan para kader di daerah. Karena itu, Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, akan segera mencari solusi, dengan melaksanakan konsolidasi rapat di DPP.


div>