SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Berkah Ramadhan, Tidur di Masjid Dapat Pahala

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 26 Mei 2018 10:30
Berkah Ramadhan, Tidur di Masjid Dapat Pahala

Tidur di Masjid: Foto: JPNN

Bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa, suasana Masjid yang sejuk dan tenang sangatlah nyaman digunakan untuk sekedar rebahan sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Setidaknya, rasa lapar dan haus yang melanda akan sedikit terobati dengan suasana Masjid.

Seperti yang dilakukan oleh Irwan, salah seorang pekerja rumah makan yang tetap buka dibulan puasa. Ditemui usai Salat Jumat, Irwan sedikit bercerita mengenai sulitnya menjalankan kewajiban ibadah puasa di rumah makan yang tetap buka di Bulan Ramadan.

“Daripada orang yang berpuasa beristirahat di rumah makan yang buka pada siang hari, lebih baik sembari jam istirahat menghabiskan waktu di Masjid,” kata Irwan.

Bukan hanya sekadar rebahan, namun Irwan mengaku di Bulan Ramadan apapun yang dilakukan bernilai ibadah, salah satunya tidur di Masjid. Menurut Irwan yang besar dari keluarga yang cukup ketat pendidikan agamanya sebelum rebahan atau tidur harus diniatkan untuk ibadah.

“Saya besar di keluarga yang sangat tegas kalau soal ibadah dan agama. Sehingga setidaknya saya tau bagaimana memperoleh pahala atas apapun yang kita lakukan di bulan suci ini. Asalkan kalau sudah niat i’tikaf, kita bisa isi dengan aneka ibadah, minimal zikiran sambil rebahan,” jelasnya.

Ia mengaku paling gemar rebahan di Masjid lantaran ada perasaan sejuk dan tenang. Sehingga, selama beristirahat tubuh menjadi rileks dan tantangan selama berpuasa dapat dilalui dengan baik dan benar.

“Kalau sedang berpuasa, paling enak rebahan di ubin masjid. Hawa yang bertiup sungguh adem.
Sementara suasananya menenangkan untuk istirahat atau berteduh barang sejenak di tengah aktivitas di siang hari. Setidaknya beban panas atau haus puasa sedikit terkurangi,” tuturnya.

Meskipun begitu, Irwan menjelaskan meskipun tiduran di Masjid tidak dilarang tetapi harus tetap memperhatikan lokasi Masjid yang digunakan untuk tidur. Jangan sampai mempersempit ruang gerak orang yang sembahyang.

“Tapi ingat juga, jangan asal tidur jangan sampi pergi ko tidur di saf pertama na orang mau sembahyang. Kau yang di salati itu,” pungkasnya. (*)


div>