SENIN , 22 OKTOBER 2018

Berkas AIS Ditahan, DPRD Dinilai “Gagal” Paham

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 05 Februari 2016 19:17

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Sikap DPRD Barru yang tak kunjung menyerahkan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih ke pemerintah, mulai mengundang kecurigaan. Pasalnya, alasan soal masih melakukan konsultasi dinilai hanya akal-akalan saja untuk memperlambat proses pelantikan.

Padahal, KPU sebagai penyelenggara pilkada sudah melakukan pleno dan menetapkan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) sebagai pasangan terpilih. Ditambah lagi, pernyataan Kemendagri yang siap memproses pelantikan bagi daerah yang hasil pilkadanya tidak lanjut lagi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Masyarkat Ilmu Pemerintahan (MIPI) Sulsel, Dr Jayadi Nas menguraikan, DPRD Barru tidak memiliki alasan secara administrasi dan politik untuk menahan berkas bupati terpilih. Mengingat secara hukum dan defakto dejure proses pemilihan bupati sudah rampung.

“DPRD Barru bisa dituntut, karena mereka sudah menantang undang-undang, karena undang-undang sudah menetukan pelantikan bupati terpilih secara serentak,” tegas Jayadi yang juga dosen ilmu politik di Universitas Hasanuddin, Sabtu (5/2/16).

Soal alasan DPRD melakukan konsultasi, Jayadi yang juga mantan ketua KPU Sulsel, menuding jika DPRD hanya menjadikan alasan saja. Ia justru menduga, jika berkas AIS masih ditahan di DPRD, karena ada faktor kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau alasan konsultasi, kenapa tidak konsultasi lebih awal. Kenapa pada saat sudah mau pelantikan baru konsultasi. Inikan menjadi pertanyaan dan tanda tanya. Apakah mereka tidak (gagal) paham atau bagaimana?,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dari 11 daerah yang menggelar pilkada, sisa DPRD Barru belum menyerahkan berkas pengajuan pelantikan ke pemerintah provinsi. Malah, pejabat berwenang di pemerintah provinsi, juga mempertanyakan alasan penundaan penyerahan berkas tersebut.

Informasi yang dihimpun, belum adanya kepastian dari DPRD soal berkas AIS, disebut-sebut terkait kepentingan politik oknum tertentu. Diduga, Ketua DPRD Barru Andi Nurhudaya merupakan pihak yang diduga sengaja menahan-nahan pengajuan pelantikan. Pasalnya, Andi Nurhudaya merupakan ibu dari Andi Salahuddin Rum.


div>