SENIN , 22 OKTOBER 2018

Berkas Caleg Banyak Bermasalah

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Juli 2018 12:00
Berkas Caleg Banyak Bermasalah

Dok. RakyatSulsel

*KPU Beri Waktu Perbaikan*

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel banyak menemukan berkas yang bermasalah dalam syarat calon anggota legislatif (Caleg) yang diajukan Partai Politik (Parpol) pada Pileg 2019 mendatang.

Hal itu berdasarkan hasil verifikasi pemeriksaan berkas syarat semua parpol yang dilakukan KPU. Sebagian besar caleg masih terkendala pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), keterangan dari pengadilan, keterangan sehat jiwa dan jasmani.

Humas KPU Sulsel, Asrar Marlan mengakui, pihak KPU Sulsel telah memeriksa keabsahan berkas caleg, namun masih banyak tidak lengkap sesuai ketentuan PKPU.

Ia memperkirakan, dari 16 parpol yang menyetor DCS dengan total 1.630 caleg, ada ratusan berkas yang bermasalah.

“Misalnya dokumen ijazah belum legalisir, SKCK, surat dari pengadilan (keterangan tak pernah terpidana). Ada juga tak punya surat keterangan kesehatan jasmani dan rohani. Dan ada juga tak kantongi rekomendasi bebas norkoba,” terang Asrar.

Asrar menegaskan jika ditemukan berkas yang kurang atau data tak lengkap maka dipisahkan untuk di kembalikan ke parpol dilakukan perbaikan. “Jika tak penuhi syarat, kita kembalikan untuk diperbaiki,” terangnya.

Lebih jauh Asrar menjelaskan, ada 16 tahapan yang harus dilalui calon anggota legislatif. Pertama, tahap pendaftaran 17 Juli 2018. Kemudian, verifikasi administrasi bakal calon pada 5 sampai 18 Juli 2018.

Selanjutnya, KPU akan menyampaikan hasil verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon kepada partai politik peserta pemilu. Lalu, dilakukan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon pada 1-7 Agustus 2018.

Berikutnya, penyusunan dan penetapan daftar calon sementara (DCS) pada 8 Agustus-12 Agustus. Kemudian pada 12 Agustus-14 Agustus 2018, ada pengumuman DCS anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD provinsi kabupaten/kota, serta persentase keterwakilan perempuan.

Tahapan selanjutnya, akan ada masukan dan tanggapan dari masyarakat pada 12 Agustus-21 Agustus. Lalu, permintaan klarifikasi kepada partai politik atas masukan dan tanggapan masayarakat terhadap DCS pada 22 Agustus-28 Agustus 2018. Pada 29 Agustus-31 Agustus 2018, masuk tahap penyampaian klarifikasi dari partai politik kepada KPU.

Kemudian, pemberitahuan pengganti DCS pada 1-3 September 2018. Pengajuan penggantian bakal calon dibuka pada 4-10 September 2018. Selanjutnya verifikasi pengganti DCS 11-13 September 2018. Kemudian penyusunan dan penetapan daftar calon tetap (DCT) 14-20 September 2018. Terakhir, pengumuman DCT pada 21-23 September 2018.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, nantinya masyarakat dapat mengakses data Silon pascapenetapan DCS.

Dikatakan, nantinya masyarakat diperbolehkan melihat DCS caleg. Masyarakat juga dapat melaporkan bila nantinya diketahui ada caleg yang bermasalah.

“Nanti ketika DCS, masyarakat kita berikan kewenangan atau kesempatan untuk memberikan laporan apa pun bentuknya apakah orang-orang ini baik atau tidak. Mereka bisa sampaikan,” kata Faisal.

Terkait dengan berapa banyak caleg yang mengulang tes kejiwaan. Kenapa harus mengulang, dan adakah yang tidak lolos. Pihak RS Dadi yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan. Namun, informasi dari KPU, RS yang dipercayakan untuk memeriksa kesehatan kejiwaan caleg adalah RS pemerintah. Baik Provinsi maupun kabupaten/kota. (*)


div>