SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Berkas Jessica Tak Kunjung Rampung, Ternyata Ini Alasan Polisi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 15 April 2016 14:53
Berkas Jessica Tak Kunjung Rampung, Ternyata Ini Alasan Polisi

int

RakyatSulsel.com — Berkas perkara Jessica Kumala Wongso, pelaku pembunuh Wayan Mirna Salihin tak kunjung dikembalikan penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Polisi kesulitan melengkapi petunjuk bukti yang diminta jaksa.

Rencananya pekan depan berkas itu baru diserahkan kepada pihak Kejati DKI.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, masih ada satu petunjuk dari JPU yang harus dipenuhi. Penyidik membutuhkan saksi ahli hukum yang berbicara dan yang menerangkan tentang kasus tersebut.

“Ada petunjuk yang kurang dikit. Dan pemenuhannya harus melibatkan ahli yang menjawab sesuai dengan kajian ilmiah,” ujar Krishna di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/4).

Krishna mengatakan, belum bisa melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap saksi ahli tersebut. Sebab, saksi berada di luar kota dan baru bisa melakukan proses BAP pekan depan.

“Beliau lagi di luar kota. Yah, BAP minggu ini, jadi dikembalikan juga minggu depan Insa Allah,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Krishna juga membantah bolak baliknya berkas Jessica ini akan berujung pada penghentian kasus. Menurut dia sejak pertama penyidik mengambil alih kasus tersebut, penyidik terus bekerja keras melengkapi alat bukti. Nantinya, kasus ini tidak ada celah saat dibawa ke Pengadilan.

“Petunjuk tidak ke arah sana (kasus dihentikan). Petunjuknya kurang sedikit,” ujar Krishna.

Krishna menjelaskan, alat bukti yang dikumpulkan oleh pihak JPU masih ada sedikit yang musti ditambahkan. Jessica adalah tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) di kafe Olivier, Grand Indonesia pada 6 Januari 2016. Jessica diduga menabut sianida di es kopi Vietnam yang diminum Mirna.

Setelah dilakukan tes laboratorium, dalam kopi tersebut ditemukan campuran racun sianida. Begitupun saat dilakukan autopsi pada tubuh Minta, polisi menemukan kandungan racun yang sama dalam sampel lambung dan hati Mirna. (elf/JPG)


div>