SENIN , 25 JUNI 2018

Berkokok Merdu, 183 Ayam Ketawa Gagal Diselundupkan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 15 September 2012 10:19
Berkokok Merdu, 183 Ayam Ketawa Gagal Diselundupkan

AYAM KETAWA: Balai Besar Karantina Pertanian Makassar mengamankan sedikitnya 183 unggas jenis Ayam Ketawa di Pelabuhan Makassar, Jumat (14/9).

AYAM KETAWA: Balai Besar Karantina Pertanian Makassar mengamankan sedikitnya 183 unggas jenis Ayam Ketawa di Pelabuhan Makassar, Jumat (14/9).

RAKYAT SULSEL . AYAM ketawa adalah ayam yang bisa membawa hoki bagi pemiliknya. Hoki bisa ikutan ketawa dan hoki karena memang Ayam Ketawa adalah ayam yang langka dan dilindungi, yang tentunya jika dijual menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Karena menggiurkan, berbagai modus bisnis pun dilakukan, termasuk menyelundupkan hewan asal Sidrap ini ke luar Jawa tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Untungnya, petugas Balai Besar Karantina Pertanian Provinsi Sulsel, berhasil menggagalkan pengiriman ratusan ekor Ayam Ketawa yang dilakukan warga Kabupaten Sidrap, Rikar. Rencananya, ratusan ekor ayam tersebut akan dikirim ke Surabaya melalui jalur laut dengan menggunakan KM Kirana, Jumat (14/9) siang. Hingga akhirnya petugas langsung mengendus ayam yang dikenal dengan kokoknya yang merdu itu dari sebuah kardus.

Informasi yang diperoleh, ratusan ayam tersebut ditahan petugas sesaat sebelum dinaikkan ke kapal yang ditempatkan dalam kardus. Masing-masing kardus diisi dua hingga empat ekor Ayam Ketawa. Penahanan yang dilakukan Balai Besar Karantina Pertanian tersebut dimaksudkan menghindari terjadinya penularan penyakit hewan ke daerah lain.

Penahanan tersebut juga diakui petugas Karantina lantaran wilayah Sulawesi Selatan merupakan wilayah endemis flu burung. Berdasarkan aturannya, sebelum mengeluarkan hewan atau binatang keluar provinsi harus melalui proses pemeriksaan yang menyatakan hewan tersebut adalah sehat.

Pihak Karantina meminta kepada pemilik agar melengkapi sertifikat karantina yang menyatakan bahwa ayam tersebut bebas dari penyakit sebelum dikirim keluar Pulau Sulawesi. Selain itu, ayam yang akan dikirim keluar itu harus memiliki izin keluar oleh pemerintah kabupaten setempat dan provinsi sesuai dengan aturannya.

“Kami sangat mendukung apabila jenis Ayam Ketawa ini dapat menyebar di luar Provinsi Sulsel. Bahkan kami berharap agar jenis ayam ini dapat memasuki pasar international. Namun, untuk proses pendistribusiannya harus melalui prosedur sesuai hukum yang berlaku, bukan hanya asal kirim saja,” ujar Herman, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Sulsel.

Herman mengaku, pihaknya tidak melakukan penyitaan terhadap ayam tersebut, ia masih memberikan toleransi kepada pemilik untuk segera melengkapi sertifikatnya. “Kami hanya memberikan arahan kepada pemilik agar melengkapi surat-suratnya. Ratusan ayam tersebut kami kembalikan ke pemiliknya,” lanjutnya.

Apalagi, lanjut Herman, jenis ayam tersebut telah diakui merupakan ayam yang asli berasal dari daerah Sulsel. “Ayam semacam ini telah menjadi hak paten warga Suslel. Jangan sampai ini dicederai karena pengiriman yang tidak benar dan menyebarkan penyakit flu burung di Pulau Jawa,” tegas Herman.

Sementara, pemilik ayam, Rikar, mengaku tidak tahu menahu terkait pengiriman ayam yang juga harus memiliki dokumen resmi. Pasalnya, pengiriman tersebut hanya untuk mengikuti sebuah kontes perlombaan Ayam Ketawa di surabaya. “Saya tidak tahu kalau pengiriman ayam juga harus memiliki sertifikat,” akunya. (RS8/D)


Tag
div>