• Rabu, 17 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Berpasangan Kadir Halid, Adil-Isradi ‘Lambung Kiri’ Supomo Guntur

Selasa , 14 Mei 2013 13:22
Total Pembaca : 1505 Views

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon wali kota Makassar Adil Patu-Isradi Zainal kembali unggul jauh dari rival-rival politiknya dalam upaya perburuan kursi Walikota Makassar. Bahkan, pasangan ini diprediksi bisa menang satu putaran di Pilwali, September mendatang.

Berdasarkan hasil survei lembaga survei Cakra Politika, pasangan Adil Patu-Isradi Zainal (Adil Untuk Semua) berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas atau dukungan mencapai 26 persen. Disusul pasangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) dengan elektabilitas 21,4 persen.

Dari hasil survei sejumlah lembaga survei sebelum Supomo resmi berpasangan dengan Kadir Halid memang menempatkan figur calon Supomo Guntur teratas.

Untuk pasangan lainnya, elektabilitasnya rata-rata berada di bawah 10 persen. Pasangan Rusdin Abdullah-Idris Patarai 6,2 persen, Danny Pomanto-Syamsu Rizal 4,2 persen, Muhyina Muin-Syaiful Saleh 4,1 persen, Erwin Kallo-Hasbi Ali 2 persen. Kemudian untuk Tamsil Linrung kalau dipasangkan dengan Iqbal Djalil hanya mendapat 1,7 persen, Dewie YL-Busrah Abdullah 1,2 persen, dan Herman Handoko-Latif Bafadhal berada di nomor buncit 0,9 persen.

Direktur Eksekutif Cakra Politika, Irwan Ali, menjelaskan, jika Pilwali Makassar digelar hari ini, maka pasangan Adil-Isradi akan mengungguli seluruh kompetitor yang ada. “Pergerakan pasangan Adil-Isradi pascaberpasangan cukup masif di masyarakat. Mereka langsung terjun ke masyarakat,” ujar Irwan Ali dalam keterangan persnya, Selasa (14/5).

Program listrik gratis yang menjadi andalan pasangan Adil-Isradi dinilai juga cukup mendapat perhatian masyarakat. Program yang membuat dukungan masyarakat meningkat tajam dibanding pasangan lain.

Selain itu, jelas dia, pasangan ini sudah berjalan dan tidak memiliki resisten seperti pasangan lain yang ribut-ribut.

Untuk pasangan Supomo-Kadir, jelas Irwan, mengalami stagnan. Bahkan, cenderung menurun dukungan dari masyarakat. Konflik dalam penetapan Kadir Halid sebagai wakil walikota menyumbang persoalan tersendiri bagi dukungan terhadap pasangan ini.

Begitu pula dengan jagoan dari Partai Demokrat, Danny Pomanto-Syamsu Rizal, tidak memiliki perkembangan berarti. Bahkan, memiliki resistensi yang tinggi dengan konflik yang ditimbulkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali.

“Saya kira, berdasarkan hasil potret yang kita lakukan, pasangan perseorangan belum mampu berbuat banyak di pilwali,” ujar Irwan Ali.

Survei yang dilakukan Cakra Politika berlangsung 1-5 Mei untuk pengambilan data. Jumlah responden 500 orang yang terwakili secara proporsional. Margin error 4,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Penulis: Azis Kuba
Editor: Azis Kuba