SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Bersama Gerindra, AUM Bidik Kursi DPRD Wajo

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 09 Juli 2018 23:15
Bersama Gerindra, AUM Bidik Kursi DPRD Wajo

Kapten (Purn) TNI Andi Undru Mario.

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Kapten (Purn) TNI Andi Undru Mario, memantapkan niatnya untuk maju sebagai calon legislatif di DPRD Wajo pada Pileg 2019 mendatang.

Penemu dan formulator pupuk anorganik Super Tani Indonesia ini akan maju sebagai wakil rakyat melalui Partai Gerindra. “Insya Allah bersama Gerindra, saya siap menmgabdi kepada rakyat,” ujar Andi Undru Mario.

“Saya sangat paham dengan kondisi petani, dan sangat ingin berbuat banyak untuk mereka. Semoga saja Allah memberikan saya anugerah untuk menjadi pelayan di Kabupaten Wajo dan mampu berkarya untuk mereka,” kata AUM,–sapaan akrabnya.

Sekadar diketahui, Kapten (Purn) TNI Andi Undru Mario lahir di Kampung Cellu’e, Desa Manurung’e, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 6 September 1974, dari pasangan bangsawan suku Bugis, H Puang Mario dan Hj Andi Tenri Panyori.

AUM Bersama Wadir Bisnis Harian Rakyat Sulsel Daswar M Rewo

AUM sebagian masa kecil dihabiskan di Peneki, Kecamatan Takkalla, yang dikenal sebagai daerah penghasil beras dengan hamparan persawahan begitu luas.

Saat beranjak remaja, AUM ikut dengan orangtuanya merantau ke Balikpapan selanjutnya ke Sulawesi Tengah, dan menetap di Kota Palu. Usai menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palu, Andi Undru mendaftar dan diterima masuk ke Universitas Muhammadiyah Palu.

Menjalani masa kuliah selama kurang lebih satu setengah semester, ternyata Andi Undru kurang betah. Sempat mendaftar di Akademi Angkatan Bersanjata Republik Indonesia (AKABRI), namun tidak diterima dikarenakan nilai ujian nasional tingkat SMA tidak memenuhi persyaratan. Hingga akhirnya Andi Undru lolos di Sekolah Calon Bintara (SECABA).

Dari sinilah Andi Undru mulai ditempa menjadi seorang prajurit andal. Mengawali sistem pendidikan TNI di Resimen Induk Kodam VII Wirabuana, Pakkatto, Kabupaten Gowa, kemudian ke Cimahi, Jawa Barat.

Berkat keuletan dan kedisiplinannya, Andi Undru menjadi perwira pertama di Korps Peralatan, Kendaraan, Persenjataan, dan Amunisi. Sebuah prestasi yang tidak semua prajurit mampu meraihnya. Andi Undru pun memulai dinas pertama di Detasemen Peralatan 02 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan pangkat sebagai Sersan Dua.

Pada 31 Mei 2016, Kapten Andi Undru Mario menggenapkan pengabdiannya di dunia militer selama 21 tahun. Dia memilih pensiun dini di usianya yang sudah menginjak 41 tahun dengan tugas terakhir di Kesatuan Detasemen Peralatan 05 Kendari, Sulawesi Tenggara.

Semangat perjuangan dan perubahan Andi Undru Mario seakan tak pernah pudar. Selepas dari TNI, ia kini terus mengembangkan perusahaannya, PT Super Tani Indonesia, yang memproduksi pupuk jenis anorganik.

Tak hanya di tingkat regional Sulawesi Selatan, pupuk hasil racikan langsung Andi Undru Mario itu telah menasional dan dipasarkan di sejumlah provinsi, termasuk di Pulau Sumatera. Kualitas dan asas manfaat dari pupuk itu yang membuat petani dan kalangan perusahaan perkebunan cukup menggemari.

Dengan pupuk Super Tani Indonesia, Andi Undru Mario berharap perusahaannya mampu mendukung dan mendorong setiap provinsi, terutama daerah penghasil beras, untuk mencapai swasemba pangan, serta menjadikan Indonesia sebagai penyangga pangan dunia. Andi Undru Mario cukup optimistis akan target itu. (*)


div>