KAMIS , 24 MEI 2018

Bertagline “Kerja Nyata, Prof NA Dinilai Bohongi Masyarakat Bantaeng

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Jumat , 09 Februari 2018 18:00
Bertagline “Kerja Nyata, Prof NA Dinilai Bohongi Masyarakat Bantaeng

Kelompok masa yang tergabung dalam aliansi masyarakat Bantaeng mendatangi Gedung DPRD Suslel, Jumat (9/2). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sungguh memalukan dan memilukan. Pasalnya bakal calon Gubernur Suslel, Prof Nurdin Abdullah (NA) yang selama ini mengumbar ke publik perihal kerja nyata ternyata isapan jempol belaka.

Kelompok masa yang tergabung dalam aliansi masyarakat Bantaeng mendatangi Gedung DPRD Suslel, Jumat (9/2) sore melakukan aksi menuntut janji manis Prof Andalan karena dinilai ingkar janji.

“Kami menilai Bupati Nurdin Abdullah telah melakukan pembohongan kepada masyarakat Bantaeng. Katanya kerja nyata, itu hanya omong kosong belaka,” kata koordinator aksi, Adhi Puto Palaza dalam orasinya.

Ia menilai hampir puluhan tahun NA memimpin Kabupaten Bantaeng. Namun, tak ada bukti nyata, hanya melakukan jual beli perusahaan kepada pihak asing, yakni perusahaan Jepang.

Menurutnya, sejak kepemimpinan NA masih menyimpan luka mendalam bagi warganya. Salah satu problem adalah lahan smalter juga pabrik nikel yang berada dalam kawasan industri Bantaeng.

Selain itum lanjut Adhi, juga sejak tahun 2015 sampai sekarang. PT Pusaka Jaya luhur abadi (Puja) dan PT Titan Mineral Utama merupakan investor negara asing dari Cina.

“Lahan warga belum dibayar. Karna ada pihak ketiga kelola. Berkali kali masyarakat menagih janji kepada investor asing tersebut namun selalu tidak ada penyelesaian,” pungkasnya.

Adapun tuntutan antara lain.
1. Masa aksi meminta Nurdin Abdullah segerah bertanggung jawab dalam persoalan ini sebelum meninggalkan Bantaeng.
2. PT Titan dan PT puja segerah melunasi uangnya sebesar Rp 4,9 M.
3. Meminta KPU Suslel menunda penetapan Calon Gubernur sebelum lunas utang.
4. Meminta pihak DPRD Suslel agar segera memanggil Prof NA agar segera bertanggung jawab atas persoalan ini. (*)


div>