SENIN , 22 OKTOBER 2018

Bertemu NA, Sumarsono Batal Lelang Jabatan

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Muhammad Alief

Jumat , 27 Juli 2018 17:56
Bertemu NA, Sumarsono Batal Lelang Jabatan

Soni Sumarsono. (ist)

MAKASSAR RAKYATSULSEL.COM – Pada pertemuan antara On Gubernur Sulsel, Soni Samarsono dengan Gubernur Terpilih Nurdin Abdullah (NA), Jum’at kemarin, akhirnya menetapkan bahwa proses lelang jabatan yang digadang akan dilaksanakan dalam waktu dekat akhirnya dibatalkan.

Pembatalan lelang jabatan ini mencuat dalam hasil diskusi antara keduanya di Rumah jabatan Gubernur Sulsel, jalan Sungai Tangka Makassar, Jum’at (27/7).

Sumarsono mengaku legowo melepas lelang jabatan itu dan diserahkan kepada NA apabila dirinya sudah dilantik 17 September nanti.

“Pikiran saya sebenarnya lebih baik dilakukan gubernur definitif, Jadi saya tidak akan melakukan lelang selama akhir masa jabatan,” kata Sumarsono, kemarin

Tidak dilakukannya lelang jabatan, maka pengisian jabatan pun dikosongkan. Kata Sumarsono hal itu masih bisa menunjuk pelaksana tugas untuk mengurusi hal yang tertinggal.

“Pengisian kan bisa dilakukan plt, kalau tidak pelayanan publik macet nantinya,” lanjutnya

Sebelumnya mencuat lelang jabatan itu akan segera dilakukan dalam waktu dekat, mengingat, beberapa eselon II serta penetapan sekda definitif juga mendesak.

Bahkan Sumarsono telah membentuk Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang terdiri dari tim penyeleksi jabatan. Namun di depan NA, Sumarsono menyangkal hal tersebut.

“Tidak ada baperjakat. Hanya yang ada kita mempersiapkan untuk penyiapan lelang saja,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Terpilih, Nurdin Abdullah mengharapkan agar kinerja pejabat yang nantinya akan terpilih dari hasil lelang itu dapat bekerja dengan maksimal.

“Mudah-mudahan penyerahan pengalihan kekuasaan ini juga berjalan lancar. Dan pejabat baru bisa bekerja lebih cepat,” ungkapnya.

Diketahui, masih ada beberapa jabatan eselon II di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih berstatus Pelaksana tugas (Plt).

Seperti Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), Andi Murlina Muallim misalnya, ia telah memasuki masa purnabakti per bulan Juli dan digantikan oleh Askari sebagai plt.

Kedepannya, akan menyusul 1 Agustus mendatang kepala badan arsip dan pengelolaan daerah, Abdul Rahman. Selanjutnya, menyusul 1 September jabatan Asisten I Pemprov Sulsel, Andi Heri Iskandar yang akan pensiun.

Bahkan, baru-baru ini jabatan definitif kepala dinas kesehatan juga tengah kosong, diisi Plt. Pasalnya, Rachmat Latief baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatan tersebut. “Plt Kadis Kesehatan telah ditunjuk, sekdisnya (jadi Plt),” ungkap dia. (*)


div>