SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Bertemu Thailand di Partai Final, Indonesia Dihantui Memori Buruk

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 09 Desember 2016 08:10
Bertemu Thailand di Partai Final, Indonesia Dihantui Memori Buruk

int

Indonesia dipastikan bertemu Thailand di partai final Piala AFF 2016. Kenangan buruk pun bisa dibilang menghantui.

Maklum saja, di ajang Piala AFF (dulu Piala Tiger, Red), Skuad Garuda pernah dua kali bersua Gajah Perang – julukan timnas Thailand, di partai puncak. Hasilnya, Indonesia selalu kalah.

Pertemuan Indonesia dan Thailand di final Piala AFF pertama kali terjadi pada edisi 2000. Kala itu Thailand menjadi tuan rumah dan semifinal serta final belum menggunakan sistem home and away.

Indonesia ke final setelah menyingkirkan Vietnam dengan skor 3-2 di semifinal. Sedangkan Thailand mengalahkan Malaysia 2-0. Bertempat di Rajangamala Stadium, Indonesia berjumpa tuan rumah Thailand di partai puncak. Hasilnya memang mengecewakan. Skuad Garuda kalah 1-4 dari Thailand.

Worrawoot Srimaka menjadi bintang kemenangan lewat tiga golnya. Satu gol lain dikemas Tanongsak Prajakkata. Sedangkan satu-satunya gol Indonesia sumbangsih dari Uston Nawawi.

Indonesia dan Thailand kembali bertemu di final Piala AFF 2002 atau secara back to back. Kali ini Indonesia menjadi tuan rumah. Namun, alih-alih membalas kekalahan di final Piala AFF 2000, Indonesia kembali kalah dari Thailand.

[NEXT-RASUL]

Kekalahan terasa menyesakkan lantaran melalui adu penalti setelah di waktu normal dan perpanjangan waktu skor sama kuat 2-2.

Kini, untuk ketiga kalinya Merah Putih bertemu Thailand di Piala AFF. Tentu saja memori buruk menghantui. Tapi, di satu sisi, Indonesia jelas termotivasi untuk membalas dendam kekalahan di dua pertemuan di final sebelumnya. Selain itu, Merah Putih ingin menghapus kutukan final lantaran dalam 4 kali final sebelumnya selalu kalah.

Thailand sendiri memastikan melaju ke final Piala AFF 2016 usai unggul agregat 6-0 atas Myanmar. Pada leg kedua semifinal, Kamis (8/12) malam WIB, Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menang 4-0. Gol-gol Thailand dihasilkan oleh Sarawut Masuk (umpan dari Theerathon Bunmanthan), penalti Theerathon, Siroch Chatthong (umpan dari Charyl Chappuis), dan Chanathip Songkrasin (umpan dari Sarawut).

Dalam laga tersebut, Gerd Zeise, pelatih Myanmar, diusir wasit Adham Makhadmeh. Dia menilai pelatih asal Jerman itu terlalu keras melakukan protes.

Bagi Thailand, ini merupakan final ketujuh di Piala AFF. Sebelumnya mereka melangkah ke partai puncak pada 1996, 2000, 2002, 2007, 2008, 2012, dan 2014. Mereka 4 kali menjadi juara pada 1996, 2000, 2003, dan 2014.

Harapan pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, untuk kembali bertemu Indonesia di final Piala AFF terwujud. Sebelumnya, Kiatisuk memang ingin sekali bersua dengan Indonesia di final Piala AFF 2016. (epr/JPG)


div>