SELASA , 19 JUNI 2018

Bertukar Nomor “Andalan”, Begini Makna Nomor Undian yang Dicabut TP dan FAS

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Selasa , 13 Februari 2018 18:40
Bertukar Nomor “Andalan”, Begini Makna Nomor Undian yang Dicabut TP dan FAS

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare melakukan pengundian dan pengumuman nomor urut peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, di Islamic Centre, Selasa (13/2/2018).

Hasilnya, Pasangan Calon (Paslon) Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) mendapatkan nomor urut satu, sedangkan paslon Faisal Andi Sapada- Asriadi Samad (FAS) mendapatkan nomor urut dua. Suara riuh dan yel-yel kedua pasangan calon menggema saat kedua paslon memperlihatkan nomor urut yang diperolehnya.

“Nomor urut satu adalah nomor tauhid. Jadi, kami memaknainya dengan ketauhidan. Kami juga berharap masyarakat bersatu hatinya ke TPS dan memilih kami. Hingga akhirnya, kami bisa menjadi nomor satu diparepare dengan menjadi pemimpin yang amanah. Satu untuk Wali Kotanya satu untuk Pilgubnya” Ungkap Taufan saat ditemui usai kegiatan.

Sementara Faisal Andi Sapada mengatakan jika nomor urut yang didapatkan sama saja.

“Mau nomor urut satu atau dua, itu sama saja bagi saya. Semuanya kembali lagi atas kehendak allah. Saya juga bersyukur mendapatkan nomor urut dua, karena ada yang menginginkannya. Jadi, kami bisa saling mengampanyekan satu sama lain. Tapi yang penting, nomor dua adalah angka tertinggi setelah angka satu” Ujar Faisal.

Sebelumnya, TP kerap menggunakan simbol nomor dua dalam menyosialisasikan diri, sedangkan FAS dengan angka satunya.

Sementara Ketua KPU Parepare, Nurnahdiyah berharap pelaksanaan pilkada berjalan dengan aman, damai, dan tidak meulpakan kebersamaan, dan budaya kita.

“Ini sesuai tagline KPU Sulsel. yakni menciptakan pilkada berbudaya dan bermartabat. Sipakalebbi, sipakainge, dan sipakatau. Karena, kita tau setiap perhelatan politik orang selalu mengait-ngaitkan dengan sesuatu yang panas, adanya perpecahan, dan permusuhan” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui momentum ini KPU ingin menyampaikan bahwa semuanya masih sama. Sehingga, semangat yang dibawapun sama.

“Semuanya masih sama. Kita juga menetapkan pemimpin berdasarkan pilihan masyarakat,” tutup Nur Nahdiyah.(MP1)


div>