SABTU , 26 MEI 2018

Berulah, Pengunjung Rutan Sinjai Diamuk Warga Binaan

Reporter:

Syamsuddin

Editor:

Lukman

Kamis , 21 Desember 2017 20:00
Berulah, Pengunjung Rutan Sinjai Diamuk Warga Binaan

Suasana Jalan Persatuan Raya Sinjai saat warga Binaan Rutan memburu pengunjung yang berulah.

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pembesuk tahanan yang diduga dari Kecamatan Tellulimpoe menjadi sasaran kemarahan Warga Binaan Rutan Kelas 2B Sinjai, Kamis (21/12) sekira pukul 14.00 wita.

Penyebabnya, pembesuk yang tidak diketahui identitasnya tersebut diduga berteriak dan menantang berkelahi salah seorang warga binaan bernama Roni.

Kepala Pengamanan Rutan Kelas 2B Sinjai, Wajidi Hasbi, kepada sejumlah awak media menceritakan, kronologis kejadian ini berawal ketika dua orang pembesuk datang ke Rutan. Namun hanya satu orang yang diberi izin masuk.

“Pengunjung yang yang diamuk Warga Binaan tidak diizinkan masuk membesuk karena mengenakan celana pendek, dan terpaksa berdiri di pintu masuk Rutan yang sementara di renovasi. Tapi berselang lama, pengunjung yang dilarang masuk ini tiba-tiba berteriak dan menantang berkelahi warga binaan yang bernama Roni yang kebetulan berada di selasar. Pengunjung ini bilang Roni mengirim kode tangan yang membuat dia tersinggung,” ujarnya.

Namun, setelah saya menanyakan kepada Roni, kode tangan itu sebenarnya ditujukan kepada pembesuk lain yang juga temannya dan kerap bercanda sama dia saat datang membesuk. Cuman pengunjung ini yang merasa kalau kode tangan ditujukan untuk dirinya.

“Karena sudah terlanjur tersulut amarahnya, pengunjung ini tetap mengajak Roni berkelahi. Saya mencoba menenangkan dan mengajaknya keluar justru tidak digubris. Ia bahkan menepis tangan saya sehingga warga binaan mengira saya dipukul saat tangan saya ditepis. Spontan warga binaan yang dalam proses asimilasi dan buruh bangunan yang bekerja di Rutan mendekati pelaku untuk balas memukul,” jelasnya.

Namun karena terdesak saat belasan warga binaan mendekat ke pintu masuk dan mungkin karena merasa terancam diapun lari ke arah jalan Persatuan Raya. “Namun saat lari, Pelaku menambrak pengendara motor, disitulah dia menjadi bulan-bulanan warga binaan,” beber Wajidi.

Situasi baru bisa dikendalikan setelah 4 orang penjaga Rutan berhasil menenangkan warga binaannya. Dan jumlah warga binaan tidak kurang satu pun dari jumlah sebelumnya. (*)


div>