SABTU , 15 DESEMBER 2018

Besanan JK, Suardi Tak Ingin Memanfaatkannya di Pilkada

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 25 September 2015 20:35
Besanan JK, Suardi Tak Ingin Memanfaatkannya di Pilkada

Calon bupati - wakil bupati Barru, Idrus Syukur - Suardi Saleh

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Kendati Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) merupakan besan Kandidat Wakil Bupati Barru Suardi Saleh, namun pasangan Andi Idris Syukur tersebut memilih tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pencalonannya.

Seakan tahu betul menjaga kredibilitas JK, Suardi yang terakhir tercatat sebagai Kepala Bappeda Pinrang, tidak ingin larut dari hubungan kekeluargaan itu. Baginya, JK sebagai wakil presiden mesti dijaga semua pihak tanpa menyeretnya di ajang pilkada.

“Itu tanggung jawab kita bersama menjaga kredibilitas beliau. Jangan karena kepentingan pribadi, sehingga kita menyeretnya ikut-ikutan diklaim mendukung di pilkada,” tegas Suardi yang putra kandungnya menikahi keponakan langsung JK, Jumat (25/9/15).

Suardi yang dikenal sebagai birokrat senior meyakini jika JK juga tidak mau terlibat dukung mendukung di pilkada. Pasalnya, Ketua Umum PMI itu memilih fokus mengurusi pemerintahan dan negara. “Sejak awal, memang saya sudah berkomitmen untuk tidak ikut menjual-jual nama beliau, hanya karena pencalonan saya,” tambah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros tersebut.

Selain Suardi, Idris yang tak lain adalah kandidat incumbent, sejak awal sama sekali berusaha tidak mengaitkan JK di pilkada. Meski istrinya Andi Citta Mariogi tercatat sebagai Ketua PMI Barru, namun Idris tahu betul bagaimana menempatkan JK sebagai salah satu simbol negara.

“Beliau menjaga betul keberadaan tokoh Sulsel yang diberi mandat sebagai pejabat negara. Makanya, semenjak pilkada, baik Pak Idris maupun Pak Suardi tidak mau mengkerdilkan JK dengan cara mengaitkan atau menjualnya di pilkada,” tambah Juru Bicara Idris-Suardi, Arif Saleh.

Arif berharap, sejatinya momentum pilkada, para kandidat harus percaya diri adu konsep dan gagasan, tanpa menjual simbol-simbol negara hanya untuk kepentingan pencalonannya. Sebab masyarakat sekarang, butuh bukti nyata dan bukan sebatas janji-janji semata.


div>