RABU , 14 NOVEMBER 2018

Besok, IYL-Cakka Bicara Keberagaman di Toraja

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 03 September 2017 19:15
Besok, IYL-Cakka Bicara Keberagaman di Toraja

Andi Mudzakkar (Cakka) terlihat bercanda dengan tokoh masyarakat Toraja.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Abdi Merah Putih (AMP) Sulsel tak ingin berdiam diri dalam memaknai hari kemerdekaan tahun ini. Organisasi yang menghimpun purna paskibraka serta kalangan aktivis pemuda ini, berkewajiban dalam menjaga keutuhan NKRI dan keberagaman.

Itu sebabnya, ribuan pengurus dan relawan AMP se-Sulsel bakal berkumpul di Tana Toraja Utara untuk menggelar apel siaga sekaligus rapat koordinasi di Toraja Utara, Senin (04/09/17) besok.

Sesuai rencana, di apel siaga dan rakor tersebut, para pengurus dan relawan AMP yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, akan melibatkan beberapa tokoh sebagai pembicara. Diantaranya pendiri AMP, Ichsan Yasin Limpo (IYL), serta Ketua Dewan Pembina AMP, Andi Mudzakkar (Cakka).

“Beliau kita undang kapasitasnya sebagai pendiri dan pembina. Harapan kita, Pak IYL dan Pak Cakka bisa memberikan motivasi kebangsaan dalam merawat semangat khebinekaan dan keberagaman di Sulsel,” terang Ketua Umum AMP Sulsel, Andi Ian Latanro, Minggu (03/09/17).

Ian menambahkan, dipilihnya Toraja Utara sebagai lokasi apel siaga dan rakor, tidak lepas dari rapat konsolidasi belum lama ini, sekaligus memenuhi permintaan AMP Toraja Utara yang siap menyukseskan dan menjadi tuan rumah.

“Sebenarnya ini kita agendakan 28 Agustus lalu. Tapi di saat bersamaan, Pak IYL berada di luar negeri untuk penelitian. Kegiatan ini sekaligus rangkaian HUT RI, maupun bentuk apresiasi kita kepada Toraja Utara dan Toraja induk yang belum lama ini memperingati hari jadinya,” tambah Ian.

Khusus untuk Cakka, bakal ditunjuk menjadi inspektur upacara di Lapangan Bakti, Rantepao, sekaligus berbicara soal wawasan kebangsaan dan nasionalisme di depan ribuan pengurus dan relawan AMP.

Bupati Luwu dua periode itu ditunjuk menjadi inspektur upacara karena kiprahnya selama ini yang cenderung nasionalis. Selama memimpin Kabupaten Luwu, Cakka dikenal tidak membeda-bedakan antara satu agama dengan agama yang lain.

Hal ini juga diakui oleh salah satu Dewan adat Toraja, Tilang Tandirerung atau akrab disapa Puang Barumbun. Menurut Puang Barumbun, selama memimpin Luwu, Cakka sangat perhatian kepada orang-orang Toraja yang ada di daerah berjuluk Bumi Sawerigading itu. ” Terima kasih kami sampaikan kepada Andi Mudzakkar,” katanya pada perayaan HUT Toraja Utara yang digelar Rabu (30/08) lalu.

Dia menambahkan, orang Toraja memiliki banyak hutang terhadap Cakka. ” Dari semua bupati, kami betul-betul simpati atas perlakuakn Bupati Luwu pada orang Toraja. Taro ada Taro Gau, itulah yang dia praktekkan. Cakka punya komitmen dan memegang teguh kata-katanya,” kata Puang Barumbun.

Cakka yang meraih magisternya di UKIP Paulus Makassar, mengaku selama ini menjaga hubungan baiknya dengan semua suku yang ada di Luwu khususnya suku Toraja. Kadang saat berinteraksi dengan warga, dia menggunakan bahasa Toraja yang

Yang menarik, pada apel tersebut Cakka akan lebih banyak menggunakan bahasa Toraja saat berbicara dihadapan ribuan peserta apel. (*)


div>