RABU , 21 NOVEMBER 2018

Besok, JPU KPK Hadirkan Setnov di Sidang Kasus e-KTP

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 05 April 2017 21:59
Besok, JPU KPK Hadirkan Setnov di Sidang Kasus e-KTP

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Sidang perkara korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4) besok dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Dalam sidang esok hari, jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan menghadirkan sembilan orang saksi dari berbagai unsur.

“Besok persidangan lanjutan rencananya menghadirkan sembilan saksi. Terdiri dari empat anggota atau mantan anggota DPR RI, empat pihak swasta, dan satu PNS Kementerian Dalam Negeri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Rabu (5/4).

Kepastian nama-nama saksi sidang e-KTP diungkap Humas PN Tipikor Jakarta, Yohannes Priyana. Mereka antara lain; Anas urbaningrum, Setya Novanto, Achmad Fauzi, Dudy Susanto, Ade Komarudin, Anang Sugiana Sudiharjo, Suciati, Markus Nari, Evi Andi Noor Alam, Johares Richard Tanjaya, dan Yimmy Iskandar Tedjasusila.

Dalam perkara ini, JPU KPK mendakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri Sugiharto didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam penganggaran dan pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Irman dan Sugiharto didakwa melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses penganggaran dan pengadaan e-KTP yaitu dengan telah mengarahkan untuk memenangkan perusahaan tertentu. Perbuatan keduanya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Irman dan Sugiharto didakwa melakukan korupsi bersama-sama Penyedia Barang dan Jasa pada Kemendagri Andi Agustinus alias Andi Narogong, Isnu Edhi Widjaya selaku Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, dan Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Ditjen Dukcapil Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan. (Put/jpg)


div>