SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Besok, LIRA-IMM Lakukan Kajian‎ Ancaman PHK Besar-besaran

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 03 September 2015 17:45
Besok, LIRA-IMM Lakukan Kajian‎ Ancaman PHK Besar-besaran

Gubernur LIRA Sulsel Ryan Latief (kanan) salam komando dengan Ketua DPD IMM Sulselbar Ahmad. Rencanya, besok, Jumat (4/9), LIRA Sulsel bersama IMM Sulselbar serta sejumlah elemen termasuk serikat pekerja di Sulsel akan melakukan kajian kondisi perekonomian yang tidak stabil dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) makin kencang dan akan menjadi mimpi buruk bagi para buruh. Bukan tanpa sebab, ancaman PHK besar-besaran ini, terjadi di tengah menurunnya daya beli buruh dan ambruknya rupiah dan menguatnya nilai dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, Ryan Latief, Kamis (3/9), mengatakan, situasi ini semakin membuat buruh Indonesia terjerembab ke dalam penderitaan yang tanpa batas. Nasib buruh pun makin kian tak menentu.
Bagaimana tidak. Menurutnya, jelang sepekan terakhir ini nilai tukar dolar AS terhadap rupiah telah menembus angka Rp14.200. Kalangan pengusaha pun merasakan dampak yang serius karena material impor akan menjadikan perusahaan merugi, Akibatnya, langkah perumahan sampai ancaman PHK ratusan ribu buruh di sektor padat karya pun sudah di depan mata.

Oleh karena itu, demi menyelamatkan nasib buruh Indonesia dan rakyat kecil, termasuk di Sulsel, maka LIRA Sulsel bersama Dewan Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulselbar serta sejumlah elemen termasuk serikat pekerja di Sulsel mendesak pemerintah menyikapi hal itu dengan melakukan langkah konkret. Yaitu dengan melakukan pengkajian secara mendalam dengan memberikan pandangan dan sikap atas apa yang terjadi, sebagai warning bagi pengambil kebijakan.

“LIRA Sulsel bersama DPD IMM Sulselbar akan melakukan kajian dan bersikap serta mencarikan solusi atas kondisi perekonomian yang tidak stabil yang berdampak pada ancaman PHK besar-besaran. Pertemuan ini akan digelar besok (Jumat, 4/9) di Sekretariat LIRA Sulsel Jl Hertasning Baru,” terangnya.
Ryan mengatakan, hasil kajian itu akan melahirkan petisi dan disampaikan kepada DPRD Sulsel dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel guna mengambil sikap dan mengantisipasi terjadinya PHK besar-besaran di Sulsel.

“Kita menghargai statemen Bapak Gubernur Sulsel yang melarang perusahaan melakukan PHK, tetapi perlu juga ada solusi dan langkah konkret untuk itu. Termasuk melindungi perusahaan dan memberikan solusi bagaimana mereka tetap eksis menghadapi melemahnya perekonomian di Sulsel agar tidak terjadi PHK,” terang Ryan Latief yang juga Ketua Umum Pengurus Daerah Provinsi Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) Sulsel.

Sementara, Ketua DPD IMM Sulselbar, Ahmad, menambahkan, selain menolak PHK akibat melemahnya Rupiah dan perlambatan ekonomi, pertemuan itu juga membahas masuknya pekerja atau tenaga kerja asing.

“Termasuk desakan menurunkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta permasalahan ekonomi lainnya,” jelas Ahmad.


div>