SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Besok, Muhammadiyah akan Lebaran idul Adha

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 22 September 2015 14:18

RAKYATSULSEL.COM – Tanggal 23 September besok, warga Muhammadiyah akan menyelenggarakan shalad idul Adha, lebih cepat satu hari dari ketetapan pemerintah yang akan merayakan pada 24 September.

Perbedaan hari raya antara Muhammadiyah dengan Pemerintah, karena pemerintah menggunakan kriteria bahwa hilal harus di atas 2 derajat. Sementara Muhammadiyah tidak mengharuskan hilal di atas 2 derajat.
“Muhammadiyah menggunakan landasan hisab murni, berapa derajat pun dia atas ufuk, maka nanti malam setelah Maghrib 1 Dzulhijjah,” kata Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadyah, Ma’rifat Iman.

Menurut Ma’rifat, Muhammadiyah tidak perhatikan berapa derajat posisi hilal. Yang penting hilal sudah di atas ufuk atau horizon atau 0 derajat lebih, maka sudah masuk bulan baru Zulhijah 1436 Hijriyah. “(Posisi hilal, red) Indonesia terbelah dua, ada yang masih ada di bawah nol derajat, ada yang sudah tinggi sampai 0,37 derajat,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan hisab Muhammadiyah, ketika sudah ada daerah dengan posisi hilal di atas horison, pada Senin 14 September 2015, dalam hal ini, ketinggian bulan telah 0,37 derajat, maka dapat dipastikan sudah masuk tanggal 1 Zulhijjah 1436 Hijriyah. Itu berarti, 10 Zulhijjah bertepatan dengan 23 September.

Sementara perhitungan pemerintah, Zulhijjah terhitung bila hilal sudah di atas 2 derajat, sehingga perhitungan 10 Zulhijjah jatuh pada 24 September.

Ma’rifat membantah bahwa Muhammadiyah selalu berbeda dengan pemerintah. Apabila hilal di atas dua derajat, dia memastikan bahwa Muhammadiyah dan pemerintah akan bersamaan merayakan hari raya Idul Adha.

Muhammadiyah, kata Ma’rifat, menghormati adanya perbedaan tersebut. “Alhamdulillah tidak ada masalah. Muhammadiyah yang penting mengimbau pada internal warga Muhammadiyah,” tegasnya.


div>