SABTU , 15 DESEMBER 2018

Besok, YLP2EM Parepare Kembali Gelar Dialog Publik

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 23 Mei 2017 11:56
Besok, YLP2EM Parepare Kembali Gelar Dialog Publik

Samad Syam, Koordinator YLP2EM Kota Parepare

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- “Kondisi generasi muda saat ini telah mengalami guncangan ideologis yang dahsyat oleh paham-paham radikalisme dan fundamentalis. Kenyataan ini mempengaruhi idealisme dan prilaku generasi muda mengarah ke arah anarkis yang cenderung memihak pada suatu perjuangan paham yang jelas-jelas merusak akar budaya, adat isitiadat, nilai-nilai, norma-norma dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia”

Kutipan di atas melatarbelakangi Yayasan Lembaga Pengkajian Pembangunan Ekonomi dan Masyarakat (YLP2EM) Kota Parepare untuk menggelar kegiatan Dialog Publik yang bertemakan “Peran Generasi Muda Dalam Menangkal Kekerasan Mengatasnamakan Agama” di Kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung Rabu, (24/5) di Gedung Aisiyah, Jalan Panti Asuhan (belakang SMPN 2 Parepare) pada pukul 09.00 Wita, besok.

Koordinator YLP2EM Kota Parepare, Samad Syam mengatakan, sebanyak 75 peserta dari perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa (internal dan eksternal), tokoh agama, dan organisasi masyarakat akan hadir dalam diskusi tersebut, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpol, akademisi dan tokoh pemuda.
[NEXT-RASUL]

“Melalui kegiatan ini, kita berharap meningkatnya pemahaman dan kesadaran di kalangan generasi muda tentang pentingnya kesatuan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlibatnya organisasi pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan organisasi masyarakat dalam melakukan upaya penyadaran keutuhan bangsa dan negara. Juga kita berharap meningkatnya sistem keamanan nasional terhadap upaya inkonsestensi dan penghianatan terhadap bangsa Indonesia mengantasnamakan agama,” ujar Samad Syam menguraikan.

Menurutnya, paham-paham radikalisme dan fundamentalis yang mengatasnamakan agama, bendera dan panji-panji agama untuk mendiskreditkan agama atau golongan tertentu akan mengancam persatuan dan kesatuan NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ke empat pilar ini merupakan harga mati sangat penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda. Oleh karena itu sangatlah penting menghadirkan organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, ormas pemuda, dan perempuan dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dalam mempertahankan keutuhan NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945 dalam dialog public peran generasi muda Islam dalam menangkal kekerasan mengatasnamakan agama,” pungkasnya. (sps/nia)


Tag
div>