MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

BI dan Disperindag Dorong Industri Halal Memasuk Pasar Modal

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 13 September 2017 14:00
BI dan Disperindag Dorong Industri Halal Memasuk Pasar Modal

Ilustrasi. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Meski industri halal di Sulsel belum ada, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan terus menggenjot sektor ini bisa memasuki pasar modal. Hal itu terungkap dalam talkshow ‘Mendorong Pengembangan Industri Halal’ di Sulsel yang berlangsung di Universitas Islam Negeri  (UIN) Alauddin, Jl Sultan Alauddin, Makassar, kemarin.

Kegiatan ini dalam rangka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2017, yang dihadiri Kepala Perwakilan Wilayah BI Sulsel Bambang Kusmiarso, Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil, dan Rektor UIN Alauddin Prof Dr Musafir Pababbari.

Penyelenggaraan rangkaian FESyar di Kawasan Timur Indonesia yang berpusat di Kota Makassar ini, merupakan rangkaian even menuju Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) yang akan dilaksanakan di Surabaya, pada 8 hingga 11 November 2017 mendatang, dengan mengangkat tema ‘Mendorong Pengembangan Keuangan Syariah dan Kegiatan Ekonomi di Sektor Riil’.

Kepala Perwakilan Wilayah BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan, hal utama yang diangkat dalam Shari’a Forum kali ini adalah mengenai bagaimana mendorong industri halal di Sulsel.

“Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (2016), Indikator Ekonomi Islam Global (GIEI) Indonesia pada pengukuran tahun 2015 menduduki peringkat 10 dari 73 negara. Indikator ini menunjukkan kesehatan dan perkembangan ekosistem Ekonomi Islam saat ini (seperti industri halal food, Islamic finance, halal travel, modest fashion (fashion berbasis syariah), media, dan rekreasi halal, serta farmasi dan kosmetik halal),” sebutnya.

Bambang menjelaskan, untuk keempat industri halal food, halal travel, modest fashion, serta halal media dan recreation, negara Indonesia belum masuk ke sepuluh besar negara dengan ekosistem terbaik.

“Sementara pada industri farmasi dan kosmetik halal, negara Indonesia berada pada peringkat 8 dari 10 negara dengan ekosistem terbaik. Negara dengan indikator terbaik untuk kelima ekosistem industri tersebut adalah United Arab Emirates,” jelasnya.


div>