SABTU , 16 DESEMBER 2017

BI Dorong Perbankan Kucurkan Kredit bagi UMKM

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 25 November 2017 12:41
BI Dorong Perbankan Kucurkan Kredit bagi UMKM

Bank Indonesia

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) menilai pengembangan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membutuhkan bantuan dana dari perbankan. Seiring dengan upaya tersebut, perbankan di Indonesia siap mengucurkan dana dengan ketentuan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah.

Direktur/Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Yunita Sari, pada pelatihan wartawan daerah di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, 20-21 November 2017, menyatakan, saat ini animo perbankan yang bersedia mengucurkan dana kepada UMKM semakin tinggi, sehingga patut direspon pengusaha kecil. Namun, persyaratan yang harus disiapkan UMKM perlu dibenahi sambil mendorong semua perbankan di Indonesia agar bersedia memberikan bantuan dana.

“Memang sih masih banyak UMKM yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan kredit dari perbankan. Begitu pula perbankan masih ada pula yang enggan memberikan bantuan dana. Jadi mari kita benahi bersama-sama kedua belah pihak,” tuturnya.

UMKM seyogyanya memperbaiki diri seperti memiliki laporan keuangan yang baik dan jenis produk yang dihasilkan agar perbankan mudah mengucurkan dananya.

Perbankan tidak mungkin menolak memberikan bantuan kredit kepada UMKM apabila sesuai dengan ketentuan, sebab dana yang dikelola merupakan milik masyarakat sendiri, sehingga perlu kehati-hatian.

Yunita menegaskan, perbankan tidak mungkin memberikan kelonggaran (persyaratan) kepada UMKM karena ditakutkan jebol. Bank Indonesia sendiri terus mendorong perbankan agar memahami kebutuhan UMKM dalam upaya pengembangan usahanya.
“Bank Indonesia mendorong UMKM agar lebih mudah mendapatkan bantuan kredit dari perbankan,” tuturnya.

Yunita mengharapkan, perbankan mengenal UMKM yang lebih potensial untuk mendapatkan kredit usaha.

Menurutnya, Bank Indonesia menargetkan kredit pengembangan usaha bagi UMKM sebesar 20 persen hingga dua tahun kedepan. Hanya saja, masih banyak UMKM yang belum layak mendapatkan pinjaman kredit karena terkendala persyaratan yang harus dipenuhi. (*)


div>