SABTU , 20 OKTOBER 2018

BI Gandeng Telkomsel dalam Penggunaan Teknologi VPN

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 07 April 2016 16:15

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) Area Pamasuka, Makassar, bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi wireless virtual private network (VPN) yang diperuntukkan bagi BPR dan BPRS, di Sulsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, M Dadi Aryadi, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan kepada BPR dan BPRS sehubungan dengan telah diimplementasikannya teknologi wireless VPN untuk media penyampaian laporan bulanan kepada Bank Indonesia. “Penerapan teknologi baru ini dimaksudkan untuk mengganti teknologi VPN dial-up yang selama ini telah digunakan BPR dan BPRS, agar permasalahn, atau kendala yang selama ini muncul dapat diatasi dengan teknologi baru ini,” katanya, di Gedung Telkomsel Grapari Jalan AP Pettarani, Kamis (7/4).

Kini akses aplikasi teknologi VPN dial-up ke teknologi wireless VPN tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga layanan akses aplikasi melalui jaringan komunikasi data (JKD) Ekstranet BI agar tetap baik. Hal ini sangat penting, mengingat perangkat teknologo VPN dial-up yang selama ini banyak digunakan oleh BPR dan BPRS, saat ini sudah sulit ditemukan di pasar, sehingga apabila terjadi gangguan/kerusakan pada perangkat VPN dial-up maka akan sulit diperbaiku.

Menurut data yang tercatat di BI Provinsi Sulsel terdapat 22 BPR dan 7 BPRS di Sulsel yang saat ini masih menggunakan teknologi VPN dial-up dalam menyampaikan laporan secara online ke Bank Indonesia. Beberapa Bank diantaranya sering menemui gangguan jaringan dalam mengakses aplikasi pelaporan. Jika kondisinya tidak teratasi, pada akhirnya Bank tersebut mengirimkan laporan secara offline dengan cara menyampaikan softcopy laporan secara manual kepada BI Makassar.

Hal demikian, kata dia, tentu menghambat proses pengolahan data dan dalam mengkosilidasikan laporan dimaksud. Selama tahun 2015, terdapat 26 kasus, sementara pada 2016 sudah terdapat dua kasus penyampaian laporan secara offline yang dikarenakan terdapat gangguan pada jaringan/petangkat VPN dial-up.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh BPR dan BPRS segera dapat menguasai teknologi baru tersebut dan beralih ke teknologi wireless VPN dalam penyampaian laporan ke BI,” tutur Dadi.


Tag
  • telkomsel
  •  
    div>