RABU , 17 JANUARI 2018

BI Janji Tingkat Inflasi Sulsel Turun selama 2018

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Jumat , 12 Januari 2018 11:23
BI Janji Tingkat Inflasi Sulsel Turun selama 2018

Bank Indonesia

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tingkat inflasi Sulsel pada Desember 2017 yang bergerak naik menjadi 3,61 persen dibandingkan November tahun yang sama pada kisaran 3,30 persen menjadi perhatian serius Bank Indonesia (BI), sehingga 2018 dipatok pada kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen.

Sepanjang 2017, tingkat inflasi tertinggi pada Juni sebesar 4,37 persen dan terendah pada Agustus sebesar 2,79 persen.

Direktur BI Sulsel, Dwityapoetra B Besar, mengatakan, hal itu dipicu kenaikan tarif dasar listsrik dan ongkos transportasi khususnya pesawat.

Poetra pangilan Dwityapoetra B Besar di Makassar, beralasan, pada Juni itu memang tinggi karena masa-masa liburan sekolah, sehingga permintaan atau perjalanan keluar Sulsel baik mengunakan transportasi udara maupun lain-lainnya mengalami peningkatan.

Lalu, pada bulan itu juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dimana terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok sehari-hari. “Pada Juni (2017) itu tingkat inflasi tinggi karena bertepatan musim liburan sekolah dan bulan puasa,” ujarnya, belum lama ini.

Oleh karena itu, BI Perwakilan Sulsel berupaya menjaga stabilitas tingkat inflasi pada kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen dengan rasio terendah 2,5 persen dan tertinggi 4,5 persen.

Saat ini BI terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dalam rangka menjaga tingkat inflasi di Sulsel karena harapannya dapat diturunkan dari 2017 lalu.

Ia mengutarakan, meskipun berupaya menjaga tingkat inflasi tetapi seringkali mengalami fluktuatif karena faktor cuaca dan pasokan atau distribusi bahan konsumsi.

Potensi kenaikan tingkat inflasi di Sulsel pada 2018 diyakini tidak sebesar pada 2017 lalu disebabkan harga bahan makanan yang dipatok pemerintah cukup tinggi seperti tarif listrik yang beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Tarif dasar listrik dipastikan tidak akan naik pada 2018. Kemudian PT PLN akan melakukan penyederhanaan untuk klasifikasi pelanggan makanya tidak berpengaruh pada kenaikan inflasi,” beber Poetra.

Pemicu kenaikan tingkat inflasi pada 2017 seperti kenaikan harga telur ayam, angkutan udara akibat banyaknya masa-masa libur yang bertepatan dalam satu bulan, perubahan pola hidup masyarakat dimana memperbanyak wisata dibandingkan dengan membeli bahan konsumsi.

“Kondisi atau pemicu tingkat inflasi pada 2017, kelihatannya tidak akan terjadi pada 2018,” tuturnya.

Pertimbangan inilah, sehingga BI Sulsel optimistis dapat menurunkan tingkat inflasi pada 2018 berdasarkan kalkulasi yang telah dilakukannya. (*)


div>