SENIN , 11 DESEMBER 2017

BI Klaim Keuangan Sulsel Stabil Sepanjang 2017

Reporter:

Rusman

Editor:

Lukman

Kamis , 07 Desember 2017 19:10
BI Klaim Keuangan Sulsel Stabil Sepanjang 2017

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keuangan daerah Sulsel cukup stabil berkat intermediasi perbankan berjalan baik seiring dengan tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK) 5,4 persen selama 2017 dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 128,0 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso di Makassar, Kamis (7/12) menegaskan, pertumbuhan DPK dan stabilitas keuangan daerah di Sulsel dipengaruhi berbagai faktor diantaranya tingginya LDR. Meskipun sedikit lebih rendah dari September tahun yang sama yaitu 128,5 persen.

Pertumbuhan DPK sebesar 5,4 persen pada Oktober ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang berada pada kisaran 3,7 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan DPK pemerintah daerah.

Ia menambahkan, tingginya LDR perbankan di Sulsel tidak terlepas dari pengelolaan resiko yang baik oleh semua pihak terutama yang memiliki kewenangan dalam hal keuangan. Tercermin pada rasio NPL pada Oktober ini masih cukup rendah yakni 2,6 persen.

Stabilitas keuangan daerah memicu pula tumbuhnya kredit perbankan di Sulsel selama Oktober mencapai 7,1 persen atau lebih tinggi dari bulan September yang berada pada 6,3 persen.

Utamanya pada kredit modal kerja dan konsumsi yang terrus menunjukkan peningkatan masing-masing 8,5 persen dan 10,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya hanya 6,3 persen dan 9,6 persen.

Namun kredit investasi mengalami kontraksi -2,8 persen tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang berada pada -4,2 persen, jelas Bambang.

Bambang menyatakan, BI dan pemda yang berwewenang senantiasa menjaga stabilitas keuangan di daerah dalam rangka pertumbuhan sektor strategis yang menjadi aspek penentu perekonomian.

Melihat dari sektor lapangan usaha menunjukkan peningkatan kredit perbankan pada jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 45,4 persen disusul usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 36,8 persen.

Ia optimis hingga akhir 2017, pertumbuhan kredit dan stabilitas keuangan di Sulsel tetap terjaga walaupun berbagai aspek lain menjadi perhatian dan pengawalan. (*)


div>