BI Rencana Batasi Obligasi

Bank Indonesia (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) berencana mengubah aturan rasio pendanaan bank terhadap penyaluran kredit (Loan to Funding Ratio/LFR).

Perubahan ini bertujuan agar bank mengurangi mengurangi pembelian surat utang korporasi serta lebih banyak menyalurkan dana masyarakat ke kredit. Selain itu, Rasio LFR memperhitungkan dana pihak ketiga dan obligasi yang diterbitkan bank dalam rangka pendanaan (funding).

Wakil Pemimpin Wilayan BRI Makassar, Primartono Gunawan, menilai, program ini memang untuk menghidupkan sektor ekonomi produktif.

“Jadi nanti kedepannya, BI mematok suku bunganya, agar masyarakat menaruh unagnya di perbankan,” ujarnya, Minggu (1/10) kemarin.

Kalau menempatkan uang di perbankan, kata dia otomatis juga akan bertambah. Selain itu, likuiditas pun dalam bentuk saluran di sektor produktif menambah.

“Sekarang likuiditas perbankan agak ketat, padahal batasan likuiditas BI 94 persen. Tujuannya sih, untuk melonggarkan pelaku usaha makro,” katanya.

Primartono berharap, masyarajat akan lebih memilih kelebihan dananya ke perbankan. Alasannya, peranan perbankan di sektor produktif sangat besar.