JUMAT , 25 MEI 2018

BI Sebut Transaksi Online Turunkan Daya Beli Tunai

Reporter:

Muh Rusman

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 11 November 2017 16:44
BI Sebut Transaksi Online Turunkan Daya Beli Tunai

Bank Indonesia. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) menganggap persepsi menurunnya daya beli masyarakat selama ini bukan disebabkan terkoreksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi semata-mata terjadinya akibat perubahan transaksi dari tunai menjadi online.

Kepala Pusat Program Pembayaran dan Transkasi Bank Indonesia (BI), usai Sosialisasi Ketentuan Gerakan Pembayaran Nasional di Grand Clarion Hotel Makassar, baru-baru ini, menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik dimana trennya terus meningkat setiap triwulannya berkat stabilitas harga kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.

“Saat ini kan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga membaik, yakni 5,06 persen,” ujarnya.

Perubahan transaksi tersebut sangat terasa khususnya di kalangan anak muda yang lebih memanfaatkan teknologi jika hendak membeli barang-barang kebutuhannya. Sehingga tidak beralasan apabila dikatakan daya beli masyarakat turun karena faktor ekonomi merosot.

Ariwibowo berpendapat, suatu saat pembayaran dengan mengunakan uang tunai akan hilang secara bertahap berkat pengaruh semakin gencarnya penjualan barang melalui internet (digital).

Oleh karena itu, ia mengharapkan, pedagang atau pertokoan harus mengubah mekanisme transaksinya agar mampu bersaing dengan kemajuan teknologi yang semakin digandrungi masyarakat milenial.

“Pedagang atau pengusaha pertokoan harus mengubah cara transaksinya juga supaya bisa bersaing dengan era digital yang semakin berkembang ini,” harapnya.

Jika pedagang atau pengusaha pertokoan tidak mengubah sistem transaksinya, maka tidak tertutup kemungkinan akan tertinggal dan kehilangan pelanggan. Oleh karena itu, masyarakat yang mulai demam teknologi dengan memanfaatkan era digital ini dipastikan memilih berbelanja melalui online. (*)


div>