SELASA , 12 DESEMBER 2017

Biaya Studi Tour SMP 1 Bungoro Pengkep Dinilai Memberatkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Oktober 2017 17:00
Biaya Studi Tour SMP 1 Bungoro Pengkep Dinilai Memberatkan

Surat penyampaian kepada orang tua siswa terkait biaya studi tour.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Pungutan liar (Pungli) kembali terjadi Pangkep, kali ini dugaan pungli tersebut ada di SMP Negeri 1 Bungoro, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Salah satu orang tua siswa Herman membeberkan keluhannya, terkait biaya studi tour yang dibebankan oleh siswa sebesar Rp150 ribu yang dianggap terlalu besar.

Pada rincian surat penyampaian pertanggal 20 September 2017, yang dibagikan ke masing masing siswa, total biaya yang dibebankan tersebut meliputi biaya sewa bus sebesar Rp 50ribu, tol Rp 11 ribu, parkir Rp 14ribu, tiket bioskop film Nyai Ahmad Dahlan Rp 40 ribu dan konsumsi Rp 35ribu.

“Kita lihat dari rincian biaya tersebut seperti biaya parkir saja besarnya Rp14ribu, kalau itu dikali dari berapa siswa, terus dikemanakan sisanya, saya fikir biaya parkir tidak sebesar itu. Dan juga, kalau kita mau telusuri juga kan ada dana Bos, peruntukan juga untuk pengembangan pendidikan, kenapa bukan anggaran itu saja yang digunakan, dan kenapa mesti murid yang dibebankan,” keluh Herman.

Dia menambahkan, surat edaran penyampaian dari pihak sekolah kepada orang tua siswa, film yang rencana akan ditonton adalah film perjuangan ‘Nyai Ahmad Dahlan, namun kenyataannya justru film komedian lokal ‘My Stupid Boy Friend’. Hal tersebut dinilainya cukup tidak masuk akal jika anak-anak menonton film tersebut.

“Ini juga, sudah tidak sesuai, dari surat yang disampaikan. Mestinya film Nyai Dahlan tapi yang ditontonnya film bergenre komedi. Kan ini, sudah jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan pengembangan pendidikan,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bungoro, Dahlan membenarkan kegiatan tersebut, dengan dalih studi wisata pengembangan pendidikan, yang dikordinir oleh guru sekolah.

“Iya, memang itu sepengetahuan saya, dan memang tujuannya untuk pengembangan pendidikan murid. Untuk biaya tersebut itu sudah diklarifikasi dengan pihak Disdik, dan memang ada kekeliruan dalam perincian biaya tersebut”.ujarnya.

Sementara itu, Suriani yang merupakan penanggung jawab kegiatan study tour tersebut mengakui jika terjadi kesalahan, saat merinci biaya yang dibebankan kesiswaan tersebut.

“Iya, kita sudah refisi surat itu sebenarnya, Namun Besaran biayanya tetap sama, sebesar Rp. 150ribu,” jelas Suriani. (*)


div>