MINGGU , 19 NOVEMBER 2017

Bikin Tak Sempat Menabung, 60 Persen Gaji Anak Muda Lari Untuk Ini

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 20 Agustus 2017 10:58
Bikin Tak Sempat Menabung, 60 Persen Gaji Anak Muda Lari Untuk Ini

int

RAKYATSULSEL.COM– Generasi milenial hidup di era media sosial dan digital. Apa-apa serba pamer dan diunggah ke media sosial. Oleh sebab itu, kebutuhan kongkow, belanja, smartphone baru, secangkir kopi mahal, hingga kartu kredit sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi generasi milenial.

Apakah mereka sempat berpikir untuk berinvestasi? Sebab terbukti banyak gaji generasi milenial yang merupakan pekerja atau karyawan baru, habis terbuang begitu saja setiap bulan tanpa bisa ditabung. Apalagi, bagi mereka yang getol berpindah-pindah kerja dengan alasan tak cocok dengan lingkungannya. 

Pakar Perencana Keuangan Universitas Indonesia (UI) Zaafri Husodo membenarkan generasi milenial memiliki gaya hidup dan karakteristik kehidupan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Kebiasaan hidup konsumtif dan modernisasi serta hedonisme membuat generasi milenial lupa diri untuk menabung bahkan berinvestasi.

“Generasi milenial punya karakteristik yang berbeda dari kehidupan generasi sebelumnya. Konsumerisme luar biasa tinggi, ada peralihan dari generasi sebelumnya. Generasi milenial cenderung habiskan uang untuk saat ini, bukan jangka panjang,” katanya.

Zaafri menyebutkan, 60 persen dari gaji generasi milenial hanya digunakan untuk hura-hura, kongkow, dan biaya konsumtif lainnya. Salah satunya tentu cicilan kartu kredit.

Ilustrasi transaksi menggunakan kartu perbankan (RAKA DENNY/JAWA POS)

“Gaji generasi milenial habis digunakan sampai 60 persen untuk makan kulineran dan kongkow. Tentu berat ya untuk bisa menabung jika gaya hidupnya begitu,” tukasnya.

[NEXT-RASUL]

Menurut Zaafri, generasi milenial umumnya sudah bekerja di usia 20-22 tahun. Untuk bisa membeli rumah atau investasi properti membayar uang muka, mereka idealnya membutuhkan waktu menabung selama 10 tahun.

“Sepuluh tahun kemudian baru bisa membeli rumah. Atau sambil mencicil sejak saat ini. Karena generasi milenial, memungkinkan sekali sih memiliki properti,” papar Zaafri.

Sebab menurutnya, generasi milenial saat ini hidup di zaman era pertumbuhan ekonomi yang membaik dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat dari tahun ke tahun. Asalkan mereka mampu mengubah gaya hidupnya, dan berpikir tidak hanya jangka pendek, mereka pasti akan lebih cermat dalam mengelola keuangan.

“Harus mulai memikirkan kehidupan jangka panjang bukan short term,” tuturnya.(ika/JPC)


div>