RABU , 23 MEI 2018

Birokasi UIN Harus Buat Aturan Yang Jelas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 20 September 2012 09:48

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Tidak hanya mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang protes atas kebijakan yang mendeskreditkan 14 mahasiswa baru, giliran alumni UIN Alauddin angkat bicara terkait hal tersebut. Mereka menggelar aksi protes di Kantor DPRD Sulsel yang menuntut agar pemerintah mengambil tindakan atas kasus tersebut.

Menurut salah satu Alumni UIN Alauddin yang tergabung dalam Lingkar Advokasi Suara Rakyat, Muhammad Taufik ketika ditemui di Kampus II UIN Alauddin Rabu (19/9) mengatakan, mengenai persyaratan yang dikeluarkan oleh tim penerimaan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar, pihak birokrasi dan akademik kampus UIN Alauddin harusnya bisa memberikan pemahaman dan penetapan aturan yang jelas. Termasuk mudah dimengerti oleh para calon mahasiswa.

” Jangan ada kongkalikonglah dalam menerima mahasiswa. Pihak kampus harus bisa memberikan atau memaparkan secara jelas atas penerimaan dan syarat menjadi mahasiswa di UIN. Kalau ada kalangan mengatakan aturan sudah benar, dikalau memang benar tidak mungkin ada kejadian seperti ini, revisi ulanglah aturan agar nantinya UIN sebagai kampus islam juga bisa mengedepankan rasa saling menghargai sesama manusia,” ungkap Taufik.

Dengan adanya aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa, diminta pihak DPDR Sulsel untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Jika memang ada pelanggaran HAM maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Prof Ahmad Sewang mengatakan pihaknya siap memberikan keterangan dan penjelasan terkait 14 mahasiswa yang dikeluarkan dari jurusan. “Menegenai mahasiswa yang sudah lulus ujian namun tidak bisa masuk jurusan keperawatan, karena tidak memenuhi persyaratan tinggi badan kami akan merapatkan kembali atas kejadian tersebut. Termasuk sudah memberi jalan keluar kepada mahasiswa untuk memilih jurusan lain. Seandainya memang kami dipanggil pihak DPRD maka kami siap memberikan keterangan dan penjelasan terkait adanya kejadian tersebut,” ujar Ahmad Sewang. (RS13/her/C)


Tag
div>