SENIN , 15 OKTOBER 2018

BKKBN Tunjuk MAN 2 Parepare Jadi ‘Pylot Project’ Sekolah Siaga Kependudukan

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 26 April 2018 07:11
BKKBN Tunjuk MAN 2 Parepare Jadi ‘Pylot Project’ Sekolah Siaga Kependudukan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Parepare akan menjadi ‘Pilot Project’ atau percontohan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Kelaurga Berencana (BKKBN).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Parepare, Andi Besse Dewagong. Menurutnya, program SSK akan dilaunching di MAN 2 Parepare, awal Mei mendatang.

“SSK ini merupakan implementasi operasional pengendalian kependudukan dan keluarga berencana dengan program-program pendidikan, yang diintegrasikan melalui pemberdayaan sekolah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pembentukan SSK di sekolah bukan dengan menambah mata pelajaran maupun jam pelajaran, akan tetapi semua mata pelajaran yang sudah ada, yang langsung diintegrasikan dengan program-program kependudukan.

“Misalnya dalam pelajaran biologi kita integrasikan dengan pemahaman tentang bahaya pernikahan di bawah umur karena mempunyai dampak negatif terhadap reproduksi wanita,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) pengendalian penduduk, penggerakan dan penyuluhan, DPPKB Kota Parepare, Adriani menjelaskan, selain mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, SSK juga akan dilengkapi dengan Pojok Kependudukan (PK).

“Pojok Kependudukan ini seperti pojok-pojok baca, namun materinya terkait kependudukan. Jadi melalui SSK dan PK ini kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak usia sekolah pentingnya mengetahui tentang kependudukan,” katanya.

Apalagi kata dia, pada tahun 2020-2035 akan terjadi fenomena yang disebut dengan Bonus Demografi, pada saat itu kata dia, singkat usia produktif jauh lebih tinggi dibanding usia non produktif.

“Di sinilah giliran kami mengedukasi anak-anak sekolah dengan memperkenalkan terkait kependudukan. Terkait batas usia ideal untuk menikah, mengatur jarak kelahiran anak, perencanaan jumlah anak dan sebagainya. Jadi, kalau anak sudah mengetahu tentang kependudukan, mereka akan lebih siap menghadapi fenomena tersebut,” tambah Adriani. (MP1)


div>