SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

BNPB: Bencana Meningkat, Kemiskinan Bertambah

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 29 Desember 2016 21:35
BNPB: Bencana Meningkat, Kemiskinan Bertambah

int

RAKYATSULSEL.COM – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebagian besar bencana menimpa masyarakat miskin.

Menurut dia, bencana yang melanda daerah-daerah rawan menyebabkan keluarga miskin meningkat. Hal itu dikarenakan gagal panen, kehilangan aset produksinya dan terganggunya kehidupan sehari-hari.

“Tentu saja kerugian berdampak pada masyarakat miskin dan keluarga miskin,” ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta, Kamis (29/).

Akibat bencana itu, lanjut Sutopo, penyakit-penyakit bermuculanya, utang meningkat bagi para keluarga miskik. Karena mereka yang paling terkena dampaknya.

“Kehidupan masyarakat dan para keluarga miskin menjadi lebih sengsara,” katanya.

Sementara, bagi keluarga miskin yang setiap tahun menjadi langganan bencana seperti banjir juga mengalami kesengsaraan. Karena belum usai berbenah untuk bangkit, mereka kembali kembali tertimpa bencana.
[NEXT-RASUL]
“Karena dalam setahun bisa terjadi bencana lebih dari satu kali,” tuturnya. (cr2/JPG)

Berikut ini sebagai contoh banjir yang lebih dari satu kali terjadi dalam setahun.

1. Banjir di hulu Sungai Citarum (daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang Kab Bandung) setahun dapat enam kaliĀ  banjir.
2. Banjir di Kabupaten Sampang setahun dapat 15 kali.
3. Banjir di Bengawan Solo setahun dapat empat kali.

Berikut ini data bencana di Tahun 2015 dan tahun 2016.

2015:
1. Banjir (505)
2. Longsor (515)
3. Puting beliung (584)
4. Kombinas banjir dan longsor (31)

2016:
1. Banjir (766)
2. Longsor (611)
3. Puting beliung (669)
4. Kombiasi bajir dan longsor (74).


div>