SELASA , 23 OKTOBER 2018

Bocoran DPP, AIA atau Andi Nawir

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 23 Desember 2016 11:13
Bocoran DPP, AIA atau Andi Nawir

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – DPP Gerindra masih pikir-pikir memilih pengganti La Tinro La Tunrung sebagai ketua di Sulsel. Namun bocorannya, ada dua nama yang digodok di Hambalang.

Mereka adalah Andi Iwan Aras (AIA) dan Andi Nawir Pasinringi. Keduanya adalah Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dapil Sulsel. La Tinro sendiri telah mengumumkan secara resmi telah mengundurkan diri dari kursinya sebagai Ketua gerindra Sulsel pada 20 Oktober lalu.

Berbagai wacana yang muncul terkait belum kelarnya penunjukan pengganti La Tinro sebagai nakhoda pada DPD Gerindra Sulsel. Diantaranya adalah DPP dinilai masih menunggu intrik politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang.

Pasalnya, Gerindra merupakan partai yang diperhitungkan sebagai salah satu partai penentu jumlah pasangan calon pada Pilgub mendatang. Dengan jumlah sebelas kursi di DPRD Sulsel, Gerindra jelas akan jadi rebutan kandidat jika tak mendorong kadernya maju di Pilgub.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Gowa, Darmawansyah Muin membenarkan adanya dua nama yang menguat di DPP Partai Gerindra untuk menggantikan La Tinro. Dirinya tak menampik jika AIA dan Andi Nawir dipertimbangkan Ketua Umum Prabowo Subianto untuk memimpin Gerindra di Sulsel.

“Kalau informasi terbaru yang beredar di DPP ketika saya mengikuti pelatihan kader di Hambalang itu ada dua yang bisa menggantikan Pak La Tinro yakni Pak Irwan Aras dan Pak Andi Nawir,” kata Darmawansyah, Kamis (22/12).

Ia menambahkan, besar kemungkinan pergantian terhadap La Tinro sebagai Ketua DPD akan dilakukan pada awal Februari 2017. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menghadapi verifikasi partai secara internal dan eksternal oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

[NEXT-RASUL]

“Kalau untuk kepastiannya jadwalnya saya tidak tahu, tapi mungkin saja kalau benar ada pergantian tehadap Pak La Tinro maka bisa jadi akan dilakukan di bulan Februari, sebelum dilakukan verifikasi internal dan faktual oleh KPU,” ungkapnya.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel berharap agar ketua yang ditunjuk nantinya akan mampu mempertahankan status lumbung suara Partai Gerindra di Sulsel. Menurutnya, siapa pun yang dipilih DPP untuk memimpin Gerindra di Sulsel, pihaknya akan mendukung secara penuh.

“Kita berharap DPP memilih kader internal sebagai pengganti Pak La Tinro, yang tidak lagi bersosialisasi dan mampu mempertahankan status Sulsel sebagai salah satu lumbung suara. Dan tentu kami di DPC Gowa juga siap untuk mempertahankan prestasi ini, bahkan kami siap bekerja untuk melewati prestasi Gerindra saat ini,” terangnya.

Adapun ketika ditanya mengenai apakah terlambatnya penentuan Ketua DPD Gerindra Sulsel ada kaitannya dengan intrik dan arah politik Gerindra di Pilgub, Darmawansyah mengatakan proses penentuan dan pergantian Ketua DPD Gerindra Sulsel dan sikap politik Partai Gerindra di Pilgub adalah dua hal yang berbeda mekanismenya.

“Tidaklah, ini kan masing-masing ada mekanismenya. Tapi, sepenuhnya penentuan kedua hal itu berada di DPP. Saya kira penentuan kedua hal ini berada di tangan Pak Ketua Umum, Prabowo Subianto,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Meski demikian, politisi asal Gowa itu mengaku jika bulan Februari sudah sangat dibutuhkan Ketua DPD Gerindra Sulsel yang defenitif. “Memang kita berharap FebruariĀ  2107itu sudah ada Ketua DPD defenitif, karena kan memang pasti Pilgub pada Februari itu sudah sangat ramai, yang pasti kami akan bergerak ketika sudah ada perintah dan keputusan dari DPP,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertahanan DPP Partai Gerindra, Andi Iwan Aras juga membenarkan jika DPP akan fokus untuk melakukan konsolidasi internal partai pada Februari 2017 mendatang. Menurutnya, hal itu dilakukan karena DPP sedang fokus untuk melakukan persiapan jelang Pilkada serentak jilid dua 2017 mendatang.

“Yah mungkin setelah Pilkada serentak nanti baru DPP akan fokus pada konsolidasi internal. Bahkan, Ketua Umum Pak Prabowo pun saat ini sedang disibukkan dengan Pilgub DKI Jakarta, sehingga ini menjadi alasan kenapa belum ada penentuan Ketua DPD Gerindra di Sulsel,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia, konsolidasi internal partai tidak penting. “Tidaklah, konsolidasi internal itu pun sangatlah penting apalagi menjelang verifikasi faktual dari KPU kan dalam prasyarat sebagai partai peserta Pemilu,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, DPP juga tidak ingin gegabah dalam menentukan Ketua DPD Gerindra Sulsel. Pasalnya, Sulsel sudah masuk menjadi salah satu daerah lumbung suara Partai Gerindra sehingga tidak mudah untuk mengutus kader yang pas untuk menjaga prestasi tersebut.

“Tentu kami di DPP juga akan berhitung dengan baik siapa yang akan didorong menjadi Ketua DPD. Karena kan di Sulsel itu Gerindra sudah bermetamorfosa menjadi salah satu partai besar, sehingga DPP tidak ingin menunjuk kader tanpa ada pertimbangan yang baik,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, jika pun dirinya yang akan ditunjuk untuk menggantikan La Tinro, maka dirinya siap. “Kalau memang itu adalah perintah partai, maka saya tentu akan siap. Karena kan sebagai kader yang baik tentu mesti patuh dan taat pada perintah partai. Apalagi ketika itu adalah perintah Pak Prabowo, maka siap tidak siap harus siap bekerja secara maksimal untuk kebesaran partai, dan saya kira itu juga berlaku pada semua kader,” ulasnya.P

Politisi asal Wajo tersebut mengatakan jika Pilgub dan penentuan Ketua DPD Gerindra Sulsel memiliki persamaan yakni ditentukan oleh DPP. Namun secara mekanisme, kata dia, sangatlah jauh berbeda.

“Saya kira pergantian Ketua DPD Gerindra Sulsel tidak ada kaitannya Pilkada maupun Pilgub 2018, kedua hal ini memiliki mekanisme yang berbeda. Meski juga kedua hal itu akan diputuskan di DPP dalam ini Ketua Umum, Pak Prabowo,” ujarnya.

Meski demikian, kata AIA, dengan sebelas kursi yang ada di DPRD Sulsel tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para kandidat yang akan maju Pilgub. Bahkan, kata dia, hal itu akan sangat lebih menarik bagi para kandidat yang berasal dari eksternal partai dan non partai.

“Saat ini Gerindra adalah partai yang cukup ‘confident’ dalam mengusung kandidat dengam modal jumlah kursi yang ada. Kita juga masih menunggu seperti apa petunjuk dari Pak Prabowo,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung tidak ingin memberikan komentar banyak mengenai jadwal pergantian dirinya tersebut. Bahkan, La Tinro terkesan menutup diri untuk memberikan keterangan.

“Lagi sibukka dulu dek, karena saat ini sedang rapat,” kata La Tinro sambil menutup sambungan teleponnya. (E)


div>