KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Booth Disparbud Pangkep di Deep & Extreme Expo Diserbu Pengunjung

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Minggu , 11 Maret 2018 12:00
Booth Disparbud Pangkep di Deep & Extreme Expo Diserbu Pengunjung

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep, Ahmad Djamaan (kanan) menerima kunjungan tourism consultant dari Prancis, pada Pameran Deep & Extrem Expo 2018, di JCC Jakarta.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Hari ke tiga pelaksanaan Deep and Extreme Expo 2018, di Jakarta Convention Centre (JCC), booth Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, terus diserbu pengunjung, Sabtu (10/03).

Antusiasme pengunjung booth pada pameran tahun ini memang terlihat berbeda dari 3 kali keikutsertaan pemerintah Kabupaten Pangkep pada ajang promosi wisata skala Internasional tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep, Ahmad Djamaan.

“Tahun ini antusiasme pengunjung untuk menggali informasi pariwisata pangkep sangat besar, ini bukti hasil promosi secara luas dari pemerintah dua tahun terakhir,” kata Ahmad.

Tidak hanya itu, salah satu yang menarik pengunjung baik dari dalam maupun mancanegara lantaran Pangkep baru baru ini ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional yang tentu menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan untuk berkunjung nantinya.

“Penyebab lain karena kita ditetapkan sebagai Geopark, dimana gaung tersebut meluas, sehingga wisatawan khususnya mancanegara penasaran untuk lebih tahu keindahan alam kita,” tambah pria yang fasih berbahasa jerman tersebut.

Untuk mempermudah promosi wisata, selain membagikan brosur kepada pengunjung, pihak Disparbud Pangkep juga menyediakan tayangan yang memperlihatkan langsung keindahan wisata Kabupaten Pangkep.

“Pengunjung tahun ini bisa lebih mudah memahami, karena di booth sudah kita siapkan LED untuk penayangan profil wisata Pangkep,” tutup Ahmad.

Pameran yang menghadirkan Buyer dan Seller se-asia tersebut Diselenggarakan yang ke-12 kalinya sejak tahun 2007 silam, dimana pameran Deep And Extreme ini kembali hadir sejak dibuka Kamis (08/03) hingga akhir pekan (11/03).

Pameran yang telah diakui sebagai salah satu pameran terbesar di Asia ini menghadirkan operator wisata selam dan bahari dari seluruh Indonesia, distributor peralatan selam dan aksesories dari dalam dan luar negeri, dan beberapa komunitas terkait dengan konservasi bawah laut, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. (*)


div>