MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Boros Biaya dan Tenaga, Masa Kampanye 2019 Dipangkas Enam Bulan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 18 April 2017 12:10
Boros Biaya dan Tenaga, Masa Kampanye 2019 Dipangkas Enam Bulan

int

 JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM — Pansus Revisi UU Penyelenggaraan Pemilu menyepakati poin pemangkasan masa kampanye. Bila sebelumnya berlangsung selama setahun, pada 2019 kampanye hanya dilaksanakan selama enam bulan.

Ketua Pansus Revisi UU Pemilu, Lukman Edy, mengatakan, pansus dan pemerintah sepakat memangkas masa kampanye karena kampanye satu tahun menguras biaya yang tinggi. “Energi yang dikeluarkan juga besar. Sangat melelahkan,” kata Lukman saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Senin (17/4/2017).

Selain masa kampanye, waktu pelaksanaan pemilu menjadi pembahasan Pansus Revisi UU Penyelenggaraan Pemilu.

Menurut politikus PKB itu, pansus dan pemerintah juga memutuskan bahwa pemilu dilaksanakan pada 17 April. Namun, lanjut dia, KPU berbeda pendapat terkait dengan pelaksanaan pemilu. KPU berpendapat, jadwal pileg mengikuti pilpres pada Juli. ’’Bukan pilpres yang ikut pileg,” ungkapnya.

Keputusan tersebut belum final. Jika tidak 17 April, pemungutan suara pemilu diselenggarakan pada Juli atau dilaksanakan di tengah-tengahnya, yaitu Mei. Pada Orde Baru, pemilu dilaksanakan pada Mei.

Terkait waktu pelaksanaan pemilu, anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, tidak sepakat dengan usulan DPR menggelar pemungutan suara pada April. Menurutnya, jeda antara pemungutan dan pelantikan presiden terlampau jauh. ’’Jedanya hampir setengah tahun,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, masa bakti presiden 2014–2019 berakhir pada Oktober.


div>