Senin, 21 Agustus 2017

Bos Travel Ditangkap, Agen di Daerah Bingung

Sabtu , 12 Agustus 2017 08:24
Penulis :
Editor   : Ashar Abdullah
PALEMBANG, RAKYATSULSEL.COM -- Para agen PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel di daerah, khususnya diPalembang, Sumatera Selatan, tengah galau berat.

Itu setelah dua pimpinan perusahaan agen perjalanan tersebut yakni Andika Surachman dan Annisa Desvitasari Hasibuan ditahan polisi terkait kasus penipuan.

Mereka galau terkait rencana keberangkatan umrah para jemaah yang sudah mendaftar melalui mereka.

Kebingungan ini diungkap Fatullah, warga Palembangyang jadi agen First Travel di Kota Lampung.

Dia mengaku baru tahu kalau Direktur Utama dan Direktur First Travel jadi tersangka.

“Mungkin Senin nanti, saya dan teman-teman agen lainnya akan berangkat ke Jakarta untuk menanyakan bagaimana dengan nasib jemaah kami,” katanya kepada Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), kemarin (11/8).

Menurutnya, sejak dia bergabung menjadi agen First Travel, sudah ada beberapa jemaah yang mendaftar. Bahkan, mereka siap diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Makanya kami mau tanyakan, bagaimana nasib semua jemaah ini. Jadi berangkat atau seperti apa?” tuturnya.

Sebelum berangkat, langkah yang akan ditempuh tersebut hendak dia bicarakan dulu dengan sejumlah agen First Travel lain.

“Kami akan meminta kepastian untuk para jemaah yang sudah membayar,” pungkas Fatullah.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, korban First Travel di Palembang cukup banyak. Kalau selama ini mereka memilih bungkam, kini mulai terbuka. Tak hanya dosen perguruan tinggi swasta Ibnu Azis yang rugi Rp33,6 juta. Kemarin, calon jemaah umrah First Travel, Iqbal mau terbuka.

Katanya, dia sudah menyetorkan uang Rp15 juta melalui seorang agen di kawasan Plaju. Mengikuti perkembangan kasus ini, dia berusaha mengikhlaskan uang untuk dirinya berangkat umrah tersebut.

“Barangkali ini memang sudah jalannya. Mau menekan agen itu, dia juga hanya sebatas mengumpulkan uang. Bahkan, dia juga termasuk korban karena menyetor juga uang untuk berangkat umrah tahun ini,” beber warga yang tinggal di bilangan Jl Jenderal Sudirman Palembangini, kemarin.

Sebelumnya, Iqbal mengaku punya teman yang pernah berangkat umrah ikut First Travel pada 2015 lalu. Ketika itu, lancar-lancar saja. Karena itulah, dia berminat dan akhirnya mendaftar berumrah melalui First Travel.

“Sekitar September 2016, saya setor langsung pada agen sebesar Rp15 juta dan dijanjikan berangkat pada Februari 2017,” bebernya.

Lalu, rencana keberangkatan mundur menjadi April lalu. Terakhir, dijanjikan berangkat setelah Lebaran Iduladha nanti.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*