SABTU , 20 OKTOBER 2018

BPBD Latih Relawan Baru

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 20 Januari 2016 10:16

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang, melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap 16 relawan bencana yang baru direkrut. Ke-16 relawan baru itu MERUPAKAN hasil dari seleksi yang dilakukan BPBD Enrekang, YANG dipersiapkan untuk penanganan penanggulangan bencana di daerah tersebut.

Kegiatan pembinaan dan pelatihan terhadap relawan bencana BPBD Enrekang dilakukan sejak 11 Januari 2016 lalu, dan akan berakhir pada 22 Januari mendatang. Pembinaan dan pelatihan itu dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Enrekang.

Berbagai materi diajarkan selama kegiatan berlangsung. Mulai dari pengetahuan tentang penanggulangan bencana pada saat pra bencana, terjadi bencana dan pasca bencana, pengetahuan tentang TRC, Damkar, Pusdalops, hingga pada pelatihan fisik dan mental serta simulasi penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Enrekang, Benny Manjsur mengatakan, perekrutan relawan bencana yang dilakukan karena tenaga yang ada sekarang di BPBD Kabupaten Enrekang masih kurang. “Jika melihat kejadian bencana tahun lalu, kita sangat kewalahan karena tenaga kita masih sangat kurang. Khususnya personil pemadam kebakaran,” jelas Benny Mansjur.

Menurut Benny Manjsur, ada 16 relawan baru yang direkrut. Sehingga, total relawan yang dimiliki BPBD Kabupaten Enrekang saat ini sudah mencapai 40 orang. Relawan baru ini akan digabung dengan personil lama sebagai personil TRC dan damkar.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sutrisno selaku koordinator kegiatan menjelaskan, tenaga pengajar yang dilibatkan adalah para kepala bidang dan kepala seksi. “Para kepala bidang dan kepala seksi membawakan materi sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Sutrisno.

Sedangkan untuk kegiatan pelatihan fisik dan mental serta simulasi, dikoordinir langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik. “Setelah kegiatan ini maka relawan baru tersebut sudah siap fisik dan mental serta mahir dalam melakukan penanggulangan bencana,” lanjut Sutrisno. Beberapa simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan adalah simulasi kebakaran dan pertolongan terhadap orang tenggelam.

Sebelumnya, ada sekitar lima puluh orang yang mendaftar. Namun, setelah dilakukan seleksi yang ketat, sehingga diperoleh enam belas orang yang dinyatakan lulus sebagai relawan bencana di BPBD Kabupaten Enrekang.


div>