JUMAT , 19 OKTOBER 2018

BPJS Akui Ada Oknum Dokter ‘Mainkan’ Resep Obat

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 16 Maret 2016 15:51
BPJS Akui Ada Oknum Dokter ‘Mainkan’ Resep Obat

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Selain membahas penyesuian iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang naik pertanggal 1 April mendatang, pihak BPJS Kesehatan Cabang Parepare juga mengakui kalau ada oknum dokter di Rumah Sakit (RS) di Kota Parepare main resep obat, sehingga pasien harus membeli obat di luar tanggunggan BPJS tersebut. Informasi ini dikemukakan Kanit MPKR BPJS Cabang Parepare, dr Suwarti, Rabu (16/3).

Suwarti tak menampik hal itu karena di lapangan banyak pelayanan yang dikeluhkan warga. Salah satunya terkait obat yang ditanggung BPJS Kesehatan, tapi tidak tersedia di apotik, sehingga pasien harus keluar membeli ke apotik lain yang ditunjukkan dokter sesuai resepnya.

Persoalan itu, kata Suwarti, tidak akan terulang lagi, semua dokter melalui Ikatakan Dokter Indonesia (IDI) di Kota Parepare dikordinasikan dan apabila ada keluhan pasien soal obat, maka bisa melaporkan ke Kantor BPJS terdekat. “Kami sudah komunikasikan hal itu kepada dokter, dan semua persediaan obat sudah diatasi BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Selain masalah obat, Suwarti mengakui, jika masalah pelayanan yang kerap dikeluhkan pasien terkait kurangnya sinkronisasi antara Dinas Kesehatan dengan BPJS, sehingga terjadi kekeliruan administarsi yang berdampak pada pelayanan.

“Memang kita akui kalau masih ada kelemahan selama ini masalah pelayanan, namun kami berharap kenaikan iuran BPJS kesehatan bisa selaras dengan peningkatan pelayanan yang lebih baik,” harap Suwarti yang diamanahkan menjabat Kepala Cabang Sementara BPJS Kesehatan Kota Parepare.

Suwarti dalam jumpa pers yang digelar di Kantor BPJS Kesehatan, Rabu (16/3) dan digelar serentak di seluruh Indonesia juga menguraikan, penyesuaian iuran BPJS Kesehatan, yaitu kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp30.000, kelas II dari Rp42.400 menjadi Rp51.000, dan di kelas I dari Rp59.500 menjadi Rp80.000.

“Tarif ini mulai berlaku per tanggal 1 April 2016 dan kami berharap kenaikannya setimpal dengan peningkatan pelayanan di Puskesmas dan di RS,” jelasnya.

Sekadar diketahui, jumlah peserta BPJS Kesehatan mandiri di Kota Parepare sebesar 10.136 orang, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD 61.856 orang, dan PBI APBN 33.171 orang. (***)


div>