RABU , 13 DESEMBER 2017

BPJS Ketenagakerjaan Belum Capai Target Kepesertaan

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Rabu , 22 November 2017 10:00
BPJS Ketenagakerjaan Belum Capai Target Kepesertaan

Staf Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sedang melayani peserta.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan belum mencapai taret memasuki triwulan keempat.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di sela-sela pertemuan dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (20/11).

Agus menyebutkan, saat ini pihaknya melakukan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara nasional sebanyak 43 juta.

“Yang aktif 24,3 juta atau sekira 54 persen dari jumlah keseluruhan pekerja di Indonesia, sementara di Sulsel covered kita sebesar 53 persen dari angka pekerja di Sulsel,” ungkapnya.

Sementara, jika dilihat dari target per tahun, BPJS Ketenagakerjaan hingga kini belum dapat memenuhinya. “Target kita akhir tahun secara nasional 25,2 juta peserta aktif, dalam artian masih ada sekira 900 ribu tenaga kerja lagi yang harus dicover,” paparnya.

Untuk lebih mengoptimalkan target tersebut, pihaknya mengajak stakeholder terkait, seperti pemerintah provinsi dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut.

“Kami terus bekerja sama dengan Pemprov Sulsel untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan kami minta agar pemprov mengimbau seluruh pekerja, baik itu pekerja mandiri atau sektor informal (pekerja penerima upah), maupun sektor formal agar mendaftarkan dirinya ke BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Susanto.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya siap mensupport kinerja BPJS Ketenagakerjaan utamanya dalam menghadirkan jaminan sosial yang layak bagi pekerja di Indonesia, terkhusus di Sulsel.

“BPJS itu adalah sebuah keberpihakan negara untuk bisa menghadirkan jaminan sosial. Kita berharap kita semua bisa mensuport agar BPJS mampu menjadi bagian dari solusi menghadirkan rakyat dengan pekerjaan merasa tenang, yang bisa bekerja optimal bagi perusahaan dengan jaminan kehidupan yang lebih baik,” kata Syahrul.

Untuk lebih mengoptimalkan, lanjut orang nomor satu di Sulsel ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pendekatan kabupaten dan kota di Sulsel.

“Ini yang harus kita dorong dan seluruh penjuru pemerintah secara maksimal membantu,” ungkapnya. (*)


div>