MINGGU , 16 DESEMBER 2018

BPM-PD Gelar Pelatihan P2DM

Reporter:

hur

Editor:

Selasa , 05 April 2016 17:35

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kabupaten Pinrang, selama empat hari (Selasa-Jumat, 5-8/4), menggelar kegiatan pelatihan Program Pemberdayaan Desa Mandiri (P2DM) yang diikuti Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Pendamping Lokal (PL) P2DM se Kabupaten Pinrang. Pelatihan yang dipusatkan di Aula BPM-PD Pinrang, dibuka Asisten II Setda Pinrang, Mantong, Selasa (5/4).

Kegiatan itu sendiri diikuti TPK P2DM dari 39 kelurahan dan 11 PL, dan dihadiri Kepala BPM-PD, Alimin.

Dalam kesempatan itu, Mantong mengatakan, dalam rangka meningkatkan kemandirian pembangunan partisipatif, maka upaya pemberdayaan masyarakat mutlak dikedepankan. Dalam pengelolaan pembangunan partisipatif dengan pendekatan pembangunan masyarakat ini, ada beberapa metode yang dilakukan. Karena itu, dalam pengelolaan P2DM, yang juga mengedepankan pembangunan partisipatif masyarakat, akan dimodifikasi dari Program PNPM sebelumnya, yang dianggap berhasil.

Menurut Mantong, P2DM merupakan replikasi PNPM yang menjadi program unggulan Bupati Pinrang. Program ini telah berjalan tiga tahun, dan tahun ini merupakan tahun keempat pelaksanaannya.

Sementara Kepala BPM-PD, Alimin menambahkan, P2DM merupakan program spesifikasi khusus dalam proses pelaksanaan pembangunan partisipatif masyarakat desa dan kelurahan. Disadari, selama ini pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan masih kurang. “Inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya P2DM untuk melibatkan secara penuh kepada masyarakat dalam proses pembangunan, baik usulan, perencanaan maupun pelaksanaannya,” kata Alimin.

Alimin mengingatkan, prinsip kerja dalam P2DM adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Ia berharap, para peserta mampu mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini dalam mengelola kegiatan P2DM di wilayahnya masing-masing.

Ketua Panitia, A Nurdin menyebutkan, peserta pelatihan terdiri dari tiga orang masing-masing kelurahan dengan durasi waktu selama empat hari. Gelombang pertama, kelurahan dari 3 kecamatan dan gelombang kedua dari 9 kecamatan.


div>