SABTU , 17 NOVEMBER 2018

BPN Dituding Berkontribusi Hilangnya Aset Pemkot

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 21 April 2016 21:00

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menilai hilangnya sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak terlepas dari (BPN) Makassar yang ikut berkontribusi dalam terjualnya dan beralihnya sejumlah aset itu.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Zaenal Beta di Kantor DPRD Makassar, Kamis (21/4), mengatakan, terbitnya alas hak aset pemkot yang kemudian dikuasi orang per orang dan pengusaha, merupakan wewenang BPN.

“Aset pemkot yang hilang kemudian terbit sertifikat atas nama orang per orang tidak lain yang berkontribusi adalah BPN. BPN paling bertanggung jawab soal aset yang hilang,” terang Ketua Fraksi PAN.

Zaenal menilai banyaknya tanah masyarakat yang bersengketa hingga dibawah ke pengadilan karena ulah BPN. “Aset dan tanah masyaraklat bersengketa karena ulah BPN,” terang Zaenal.

Olehnya, ia menawarkan ke Panitia Khusus (Pansus) Pencarian Fasum Fasos untuk ikut memanggil BPN dan membawah oknum-oknum BPN yang ikut terlibat terkait berpindahnya aset pemkot ke tangan orang per orang.

Sementara, Wakil Ketua Pansus Fasum Fasos, Basdir, mengungkapkan, hilangnya sejumlah aset pemkot dinilai tidak terlepas dari aparat pemerintahan yang ikut bermain. Sebab yang paling tahu soal inventarisir aset yang tidak beralas hak adalah aparat pemerintahan sendiri.

“Siapa lagi yang paling tahu aset yang tidak memiliki sertifikat kalau bukan aparat itu sendiri,” terangnya. (***)


div>