SELASA , 20 NOVEMBER 2018

BPN Sebut Kecamatan Nuha dan Towuti Rawan Konflik Sengketa Tanah

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 08 Maret 2017 18:22
BPN Sebut Kecamatan Nuha dan Towuti Rawan Konflik Sengketa Tanah

ILUSTRASI

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Luwu Timur, Muh.Syarifuddin mengatakan untuk Kecamatan Nuha dan Kecamatan Towuti saat ini rawan terjadi Konflik sengketa tanah.

Olehnya itu, camat yang sudah dilantik menjadi Pejabat Pembuat Akte Tanah Sementara (PPATS) harus hati-hati dalam menanda tangani akte tanah. Demikian dikatakannya Rabu (8/7).

Menurut Syarifuddin, dua kecamatan tersebut saat ini banyak membuka lahan untuk membuat kebun merica. Tentunya PPATS , harus cermat jangan asal tanda tangani akta tanah.

“Disana itu, boleh dibilang setiap waktu terjadi pembabatan lahan untuk kebun merica, ini rawan jangan sampai lahannya bermasalah. Makanya, harus hati-hati karena rawan konflik agraria disana itu,” ungkap Syarifuddin.

Selanjutnya, ia meminta PPATS harus melakukan pengecekan kelapangan dan tetap berkoordinasi dengan pihak BPN untuk menerbitkan sebuah akta tanah. Ada dugaan sebagian besar lahan kebun merica yang dibuka warga adalah kawasan hutan lindung.

“Makanya, kalau tidak jelas lahannya jangan asal tanda tangan akta tanah, karena yang bertanggung jawab secara hukum nantinya PPATS itu sendiri,” Pungkas Syarifuddin

Sertifikat tanah Prona dibawah tahun 2013, kata dia, harus di data ulang titik koordinatnya. Pasalnya, waktu itu penentuan titik koordinatnya dilakukan secara manual. “Sementara tahun ini sudah tidak ada lagi program Prona,” kata Syarifuddin

Camat yang dilantik menjadi PPATS antara lain , Camat Malili, camat Nuha,camat Towuti,Camat Mangkutana, camat Wotu, Camat Tomuni, Camat Tomuni Timur, camat Angkona dan Camat Kalaena. Pelantikannya dilakukan pada Selasa (7/3), kemarin.


div>