SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

BPOM Minta Masyarakat Cermati Label Produk

Reporter:

Nhera

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 Juli 2018 11:30
BPOM Minta Masyarakat Cermati Label Produk

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel menegaskan produk Susu Kental Manis (SKM) yang kini sedang heboh mengandung susu dan termasuk kategori susu. Akan tetapi, SKM merupakan salah satu subkategori dari kategori susu dan hasil olahannya.

Fungsional Madya BPOM Sulsel, Adilah Pababbari mengatakan SKM ini berbeda dengan jenis susu cair dan produk susu, serta jenis susu bubuk, krim bubuk, dan bubuk analog.

“Kami minta kepada masyakarat untuk cerdas dan bijak menggunakan SKM, gunakan sesuai dengan peruntuhkannya. Karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dan 6,5 persen seluruh produk SKM tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi,” kata Adilah Pababbari.

Ia menambahkan, SKM tersebut hanya dapat digunakan untuk toping dan pencampur pada makanan atau minuman seperti roti, kopi, teh, coklat, dan lainnya. “Di dalam codenya sudah jelas, SKM adalah produk mengandung susu sebagai pelengkap sajian,” ujarnya.

Menurutnya, meski SKM mengandung susu tapi itu bukan produk susu untuk pengganti kebutuhan gizi maupun pengganti Air Susu Ibu (ASI). Susu ini juga bukan diperuntukkan untuk bayi dan balita.

“Susu kental manis bukan susu untuk pemenuhan balita. Tidak boleh diberikan juga pada bayi dibawah 12 bulan,” jelasnya.

Ia menjelaskan polemik SKM yang beredar di masyarakat sebenarnya terletak pada permasalahan iklan dan label. Produk SKM pada dasarnya tidak berbahaya.

“Dalam surat edaran tentang label dan iklan pada produk SKM dan analognya yang ditujukan kepada seluruh produsen, importir dan distributor SKM menegaskan label dan iklan SKM tidak boleh menampilkan anak usia di bawah lima tahun dan tidak diniatkan pada jam tayang acara anak-anak. Dan berdasarkan hasil pegawasan iklan tersebut sudah ditarik dan tidak ditemukan di peredaran,” pungkasnya.

Kata dia, BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label.

“Pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melewati masa kedaluwarsa,” pungkasnya. (*).


Tag
  • BPOM Sulsel
  •  
    div>